JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Kerenanya, bupati menyebut Gubernur meminta agar daerah yang zona merah melakukan pengereman atau injak rem agar tidak melaju ke zona hitam.

“Yang bisa direm apa, ya kegiatan-kegiatan sosial kemasyatakatan. Karenanya kami mohon dengan sangat masyarakat untuk bisa memahami kondisi ini. Bahwa kita masih zona merah. Sejak 17 Agustus terjadi peningkatan penderita covid sangat tajam sekali di Sragen. Bagaimana mengkondisikan masyarakat agar tidak tertular,” terangnya.

Baca Juga :  Update Sragen Hari Ini, Tambah 1 Positif, Pasien Dirawat Tinggal 5. Total Sudah 920.373 Warga Sudah Tervaksin

Bupati menjelaskan saat ini kapasitas isolasi di Technopark 130 tempat tidur dan terisi 61. Dengan meningkatnya kasus covid-19, ia berharap masyarakat bisa menaati protokol kesehatan dan sementara menghindari kegiatan yang menciptakan kerumunan.

Terkait hajatan, Bupati menegaskan sudah ada Perbup No 54/2020 serta SOP tentang hajatan. Hal itu akan menjadi lampiran melapor ke Kapolda Jateng.

“Hajatan maksimal hanya boleh resepsi. Tidak boleh lebih dari 1,5 jam. Kalau lebih bisa dibubarkan. Dan saya minta tambahan yang punya kerja dan Kades mesti tandatangan hitam di atas putih bermaterai dan ikut tanggungjawab bahwa hajatan sesuai protokol kesehatan. Pak Lurah harus siap, ini semata-mata untuk melindungi diri, keluarga dan lainnya. Hajatan tidak sesuai protokol kesehatan ada denda Rp 1 juta,” tandasnya. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua