JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Geger Chat Mesranya dengan Dokter Cantik Beredar dengan Pose Tanpa Pakaian, Sekda Bondowoso Akhirnya Dinonaktifkan. Sering Panggil Sayang, Sekda: Demi Allah, Saya Tak Berbuat Apa-Apa!

Sekda Bondowoso dan tangkapan layar chat mesranya yang beredar di medsos. Foto/Istimewa
Sekda Bondowoso dan tangkapan layar chat mesranya yang beredar di medsos. Foto/Istimewa

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus beredarnya chat mesra antara Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Saifullah, dengan perempuan yang berprofesi PNS sebagai dokter gigi berinisial H beredar luas.

Beredarnya chat mesra Sekda Bondowoso dan dokter gigi itu pun membuat heboh kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan warga Bondowoso. Kasus itu pun harus dibayar mahal.

Sang Sekda kini dinonaktifkan dari jabatannya. Chat mesra itu beredar di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

Dilansir dari TribunSurya, nomor yang digunakan orang tersebut untuk menyebarkan tangkap layar chat WhatsApp ke sejumlah orang, termasuk wartawan, yakni 0852 3052 6258.

Isi dalam percakapan itu, Saifullah cenderung merayu. Saifullah juga kerap mengirim pesan mesra kepada dokter gigi yang bertugas di RSUD Koesnadi Bondowoso itu.

Salah satunya, Saifullah menyapa dengan panggilan ‘sayang’.

Berikut fakta-faktanya

1. Saifullah tak menampik, kecuali ini
Saifullah tak menampik bila dia sempat saling berbalas pesan dengan dokter itu.

Saifullah juga membenarkan, chat WhatsApp yang tersebar itu merupakan isi pesan antara dia dengan dokter berinisial H.

“Kalau chat atau percakapan yang tersebar mungkin benar. Semua orang juga melakukan (chat dengan lawan jenis) itu. Kalau ada pesan atau hal ‘kotor’ di dalam tangkap layar tidak benar,” katanya saat diwawancara sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2020).

Saifullah menjelaskan, ia hanya membantu H dalam proses perceraiannya dengan mantan suami sehingga berjalan lancar.

Sebab, H mengeluh kepadanya proses perceraian dengan mantan suami menemui kendala beberapa bulan lalu melalui chat WhatsApp.

“Saya hanya bantu proses perceraiannya. Bukan berarti saya mendampinginya dalam proses perceraian. Hanya memberikan saran melalui chat,” katanya.

Saifullah mengungkapkan, tak ada maksud lain ia melakukan chat dengan H. Tak pernah tebersit pula dalam benaknya untuk bermain belakang dengan H.

“Demi Allah, saya tak melakukan apa-apa dengan dia (H). Dia sudah punya suami. Sekitar satu hingga dua bulan berselang, usai surat cerai turun, ia menikah kembali. Saya tak mungkin mengkhianati perjuangan saya hingga mencapai titik ini (menjadi sekda) dengan melakukan hal yang tidak-tidak, seperti bermain dengan wanita lain,” katanya.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Tewas Setelah Terlibat Tawuran di Jaktim

2. Menduga ada mafia besar

Saifullah menduga ada pihak yang ingin menjatuhkannya dari kursi jabatan. Cara yang dilakukan, yakni menyebar chat WhatsApp dengan dokter gigi berinisial H.

“Tidak mungkin ada orang menggangu saya tanpa sebab. Pasti ingin menjatuhkan saya,” katanya.

Pengalaman yang ia rasakan, ada seseorang yang selalu ingin tahu kehidupannya. Sampai-sampai orang yang bertamu ke dia turut jadi sasaran. Orang tersebut kerap menanyakan kepentingan orang yang bertamu kepadanya.

“Cara menghancurkannya mungkin seperti itu,” katanya.

“Saya tak tahu persis strategi apa yang dilancarkan orang itu. Ini mafia luar biasa. Saya yakin, Tuhan akan membongkar siapa orang di balik kejadian ini,” ucapnya.

3. Siap ambil langkah hukum

Saifullah tak tinggal diam atas tersebarnya chat WhatsApp dirinya dengan dokter gigi berinisial H.

Dia pun bersiap-siap mengambil langkah hukum. Dia merasa dirugikan karena namanya tercemar.

Tak hanya itu, akibat tersebarnya chat muncul spekulasi negatif dari sejumlah pihak.

“Saya akan mengambil langkah hukum. Tapi masih saya kaji terlebih dahulu,” katanya, Rabu (26/8/2020).

Ia mengungkapkan, dalang di balik penyebaran chat bakal terbongkar. Karena, nomor dan akun Facebook orang tak bertanggung jawab itu sudah ia kantongi.

“Nomor dan Facebooknya mudah dilacak siapa pemiliknya. Banyak teman-teman juga yang nanti bersedia jadi saksi. Orang tersebut tak bisa lari, karena semuanya sudah terekam,” katanya.

Rencananya, Saifullah akan melaporkan kejadian yang menimpanya ke kepolisian.

4. Reaksi dokter H

Dokter gigi H memilih tak berkomentar kala ditanya soal kebenaran chat pribadinya dengan Sekda Saifullah tersebar di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

Baca Juga :  Viral Foto Kondisi TKW dengan Bibir Terluka Berlumuran Darah Diduga Disiksa Majikan di Arab Saudi. Bagaimana Kronologinya?

Ia hanya merekahkan senyumnya sembari berjalan menuju mobil.

“Untuk saat ini saya tidak bisa berkomentar. Kepentingan saya mau bertemu Bupati (Salwa Arifin),” katanya saat diwawancarai sejumlah wartawan kala menyambangi Pendopo Bupati, Kamis (27/8).

Informasi yang didapat, gawai H hilang saat chat pribadinya tersebar. H pun membenarkan hal tersebut. Namun, H tak membeberkan kronologi hilangnya gawai miliknya.

Chat pribadi H dengan Saifullah disebarkan oleh orang tak dikenal di WhatsApp sejumlah orang, termasuk wartawan, dengan nomor 0852 3052 6258.

Orang tersebut bisa mengetahui chat pribadinya, diduga berasal dari gawai H.

“Kalau ponsel hilang memang benar. Kronologinya nanti, ya,” ucapnya.

Usai tak bisa menemui Bupati Pendopo karena sedang bertugas, ia bergegas menuju kantor DPRD Bondowoso.

Tujuannya, untuk membicarakan perihal persoalan tersebarnya chat pribadi H dengan Saifullah.

“Karena warga Bondowoso, saya mendatangi kantor DPRD untuk membicarakan hal ini,” katanya.

5. Saifullah Dinonaktifkan

Ternyata, Saifullah kini berstatus sebagai sekda nonaktif.

Penonaktifan Saifullah terkait proses persidangan atas kasus pengancaman terhadap Badan Kepegawaian Daerah ( BKD), Alun Taufana.

Saifullah mengatakan dirinya telah menerima surat atau dokumen penonaktifan itu.

Dokumen itu yakni, Surat Gubernur Jatim nomor : 700/1637/060/2020 tanggal 24 Agustus 2020 perihal pemeriksaan Sekda Kabupaten Bondowoso.

Dan Keputusan Bupati Bondowoso Nomor: 188.45/766/430.4.2/2020 tentang pembebasan sementara dari jabatan Sekretaris Daerah Syaifullah.

Penonaktifan dirinya sebagai sekda dimulai hari ini, Kamis (27/8/2020).

“Penonaktifan berlangsung sampai masalah saya selesai. Penonaktifan sifatnya sementara. Surat penonaktifan tersebut dari Bupati atas perintah Gubernur,” katanya, Rabu (26/8/2020).

Saifullah melanjutkan, bila tak terbukti bersalah, ia mendapatkan haknya kembali yakni menduduki jabatan kursi sekda.

Saat ini, proses persidangan kasus ini masih dalam tahap kedua atau pembacaan eksepsi dari pihak Saifullah dan penasihat hukumnya. 

www.tribunnews.com