Beranda Umum Nasional Najwa Shihab Dilaporkan, Ini Kata Gunawan Mohamad

Najwa Shihab Dilaporkan, Ini Kata Gunawan Mohamad

Gunawan Mohamad / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam acara Mata Najwa sempat menjadi polemik panjang.

Bahkan, sastrawan Goenawan Mohamad pun akhirnya angkat suara. Ia mempersoalkan tindakan Relawan Jokowi Bersatu melaporkan Najwa Shihab ke polisi.

Menurut dia, membela Jokowi secara berlebihan justru akan merugikan Presiden.

“Membela Pak Jokowi secara berlebihan itu merugikan beliau,” kata pria yang akrab disapa GM itu lewat keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Menurut GM, mereka yang mencoba memperkarakan Najwa karena wawancara imajinernya dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lupa akan empat hal.

Pertama, kata dia, wawancara imajiner juga pernah dilakukan oleh analis ekonomi, Christianto Wibisono. Christanto pernah menulis buku berjudul Wawancara Imajiner dengan Bung Karno.

Baca Juga :  Penegakan HAM Jauh Merosot, Amnesty Nilai 2025 sebagai Tahun Malapetaka

Kedua, kata GM, para pelapor juga lupa, bahwa Najwa adalah pendukung Jokowi di masa kampanye. Ketiga, GM mengatakan, “Kritik Kepada Menteri Terawan tak identik dengan menghina Pak Jokowi.”

Terakhir, kata GM, dalam jurnalisme memang ada unsur kreatifitas, humor dan kepintaran.

Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Dewi Soembarto melaporkan jurnalis Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya pada Selasa (6/10/2020).

Najwa dilaporkan atas program Mata Najwa yang menghadirkan kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 28 September 2020 lalu.

“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden, karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo,” kata Silvia saat ditemui di sela-sela melapor.

Baca Juga :  Larangan Sawit Diprotes, Apkasindo Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur Jabar

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.