JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

UMK Karanganyar Diusulkan Naik 3,27 %, Kalangan Pengusaha Kecam Bupati. Apindo Sebut Bupati Mau Menang Sendiri: Slogan Pro Investasi Hanya Slogan!

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengusulkan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2021 3,27 persen dari tahun sebelumnya.

Kenaikan ini sesuai dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan oleh gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kenaikan UMK tahun 2021 tersebut diusulkan bupati Karanganyar Juliyatmono setelah menerima hasil rapat dewan pengupahan yang tidak menghasilkan kesepakatan antara para pekerja dengan pengusaha beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Viral, Kisah Gadis Cantik Asal Boyolali, Memilih Jadi Fotografer Keliling di Tawangmangu, Tarifnya Rp 3.000 Per File

Bupati Karanganyar Juliyatmono ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon Minggu (15/11/2020) mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil rapat dewan pengupah yang tidak membuahkan kesepakatan bersama.

Advertisement

Menurut bupati, Pemkab telah mengirimkan usulan kenaikan tersebut ke pemerintah provinsi Jawa Tengahpada tanggal 13 November 2020.

Dijelaskannya dengan kenaikan UMK sebesar 3,27 persen tersebut, nilai UMK Karanganyar di tahun 2021 diperkirakan menjadi Rp 2 juta lebih.

Bupati menuturkan meski terjadi kenaikan, perusahaan dapat mengajukan penangguhan keberatan terhadap kenaikan tersebut.

Baca Juga :  Diduga Hipertensinya Kambuh, Supani Meninggal Dunia Terjatuh di Los Tiga Pasar Jungke Karanganyar

“Usulan tersebut bersifat fleksibel dengan melihat kondisi masing-masing perusahaan akibat dampak pandemi Covid 19. Saya berharap adanya usulan kenaikan, para pemilik perusahaan tidak merumahkan karyawan. Di sisi lain, para pekerja juga diminta memaklumi bila perusahaan tempat mereka bekerja tidak menaikan UMK demi keberlangsungan perusahaan,” jelas bupati. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua