JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

UMK Karanganyar Diusulkan Naik 3,27 %, Kalangan Pengusaha Kecam Bupati. Apindo Sebut Bupati Mau Menang Sendiri: Slogan Pro Investasi Hanya Slogan!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo


Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Usulan kenaikan UMK tahun 2021 sebesar 3,27 persen yang diputuskan Bupati Karanganyar menuai reaksi keras dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karanganyar.

Ketua Apindo Karanganyar, Edi Darmawan menyayangkan keputusan bupati yang dianggap hanya mau menangnya sendiri.

Bahkan, Edi mengisyaratkan kenaikan UMK ini akan memberi ancaman dan berdampak pada iklim investasi yang tidak menyehatkan di Karanganyar.

“Imbas atas kenaikan ini sangat berkaitan dengan biaya produksi. Jika dipaksakan bupati, maka bupati mencari menangnya sendiri. Keluhan di Karanganyar, tidak ada keberpihakan kepada perusahaan khusunya terhadap UMK. Slogan pro investasi, hanya sebagai slogan, investasi terancam,” paparnya dihubungi via telepon, Senin (16/11/2020).

Advertisement
Baca Juga :  Gawat, 120 Bayi di Karanganyar Meninggal Dunia, Belasan di Antaranya Positif Terpapar Covid-19

Edi menjelaskan dalam menentukan besaran UMK tahun 2020, masing-masing pihak, baik pekerja maupun pengusaha berpedoman pada aturan yang berbeda.

Pekerja berpedoman kepada PP 78 tahunn 2015, sedang para pengusaha berpedoman pada SE Menaker tahun 2020.

Baca Juga :  Demi Vaksin, 1.300 Warga Plosorejo Rela Antre Selama 12 Jam Hingga Maghrib. Danrem Surakarta Kagum

Sebagai pemimpin, mestinya melihat di tengah-tengah dan mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak tanpa harus ada yang dikorbankan.

“Mestinya pimpinan di daerah tidak cari gampangnya. Dia bisa menggunakan nuraninya tentang kondisi perusahaan di masing-masing daerah. Kita minta dialog kepada bupati, tapi beliau menutup pintu dialog,” ujarnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua