Beranda Daerah Wonogiri Wajib Tahu ini Wilayah yang Berpotensi Terjadi Tanah Gerak Hingga Memicu Longsor...

Wajib Tahu ini Wilayah yang Berpotensi Terjadi Tanah Gerak Hingga Memicu Longsor di Wonogiri, Pemkab Dorong Terbentuknya Destana

Ilustrasi longsor. Dok. BPBD Wonogiri
Ilustrasi longsor. Dok. BPBD Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masyarakat Kota Gaplek Wonogiri wajib waspada terhadap kondisi lingkungan terutama ketika curah hujan cukup tinggi. Paslanya sebagian besar wilayah Wonogiri berpotensi terjadi gerakan tanah.

Pergerakan tanah itu masuk dalam skala menengah hingga tinggi. Kondisi ini bisa memicu terjadinya tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, kewaspadaan dan antisipasi terhadap bencana alam itu sesuai surat edaran dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah yang ditujukan kepada walikota dan bupati di Jawa Tengah. Menurut dia, sebagian besar wilayah Wonogiri, kriteria hujan berkisar 301-400 milimeter. Sedangkan bagian timur laut Wonogiri berkisar 401-500 milimeter.

Oleh sebab itu, pihaknya telah memetakan daerah atau wilayah mana saja yang berpotensi terjadi tanah bergerak di Wonogiri. Di antaranya, Kecamatan Tirtomoyo, Slogohimo, Kismantoro, Batuwarno, Sidoharjo, Purwantoro dan sebagainya.

Baca Juga :  SPPG Jatisari Jatisrono Ditutup Usai Geger Dugaan Keracunan MBG, Operasional Dihentikan Total Tunggu Hasil Lab

“Sudah kami petakan mana yang rentan terjadi tanah bergerak dan mengakibatkan longsor. Bahkan pemetaan kami sudah detail sama ke tingkat desa,” kata dia, Senin (21/12/2020).

Dia berujar, pada dasarnya kewaspadaan terhadap fenomena tanah bergerak harus dilakukan selama musim penghujan berlangsung. Namun kewaspadaan harus lebih ditingkatkan saat terjadi fenomena La Nina. Sebab, informasi dari BMKG, fenomena La Nina terjadi hingga Januari 2021. Selain itu juga, curah hujan akan meningkat dari 20 persen hingga 40 persen.

“Kita dorong agar seluruh desa di Wonogiri ini khususnya wilayah yang berpotensi bencana untuk segera membentuk atau membuat Destana,” beber dia.

Lebih lanjut Bambang Haryanto menambahkan, antara tanah longsor dan tanah bergerak hampir sama. Kalau tanah longsor durasinya lebih cepat dan terjadi di daerah curam. Sementara, tanah bergerak biasanya terjadi di daerah landai. Aria

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.