JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ngilu Digoyang Pandemi, 3.000 Buruh di 17 Pabrik di Karanganyar Harus Pasrah Jadi Pengangguran Baru. Total Sudah Ada 18.000 Warga Karanganyar Kehilangan Pekerjaan

“Rencananya membuat pelatihan sesuai lokus-lokus. Kami sudah menggandeng 11 workplace. Misalnya untuk kursus menjahit, keahlian berbahasa asing dan sebagainya. Disiapkan jika nantinya luar negeri membuka lowongan bagi tenaga kerja lokal,” terangnya.

Ia menyebut sebagai pendukungnya, anggaran yang diusulkan untuk kegiatan SDC mencapai Rp 1,6 miliar. Sumbernya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Biaya Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono Usulkan Indeks Maksimal Rp 75 Juta Saja

“Karena DBHCHT diatur Kemenkeu, maka kita manut aturannya seperti apa,” katanya.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disdagnakerkop UMKM, Herawati mengatakan jumlah pegawai yang dirumahkan selama pandemi Covid-19 fluktuatif.

Data terakhir menunjukkan 17 perusahaan merumahkan sampai 3.000 karyawannya. Terkait pengangguran, sebenarnya angkatan kerja memiliki potensi namun enggan bekerja karena belum menemukan pekerjaan sesuai yang diinginkan.

Baca Juga :  Puncak Panen Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar Jatuh Bulan Februari, Bisa Pilih Dan Makan Sepuasnya

“Minat lulusan SMA/SMK bekerja di level operator kurang. Jadi mereka memilih menunggu pekerjaan tepat. Inilah yang menyebabkan angka (pengangguran) banyak,” katanya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com