Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Malam Pergantian Tahun, Terjadi Kerumunan di Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Kebijakan Pemkot Yogyakarta yang tidak menutup objek wisata Malioboro, Titik Nol dan kawasan Tugu Jogja pada malam pergantian tahun, dimanfaatkan benar oleh masyarakat, sehingga menimbulkan kerumunan di tiga kawasan tersebut.

Ribuan warga nekat keluar dan tumplek blek di pusat kawasan wisata Yogyakarta pada detik-detik menjelang pergantian tahun baru 1 Januari 2021.

Pantauan Tempo, masyarakat tumpah ruah di kawasan Tugu Jogja – Malioboro – Titik Nol Kilometer Yogyakarta yang tak ditutup oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Di kawasan Tugu misalnya, kemacetan panjang mulai terjadi di titik Jembatan Gondolayu ke barat menuju simpang Tugu Jogja.

Masyarakat berkerumun di sekitar kawasan itu menunggu tahun berganti. Saat waktu menunjukkan tepat pukul 00.01 WIB, kembang api mulai menyala secara bergantian di atas langit monumen itu.

Jumlah kembang api yang berpendar tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, satuan polisi pamong praja bergegas menegur masyarakat yang menyalakan kembang api.

Di kawasan Malioboro, susana padat baik di jalanan maupun area pedestrian. Sedangkan kepadatan di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta terpusat di area depan Kantor Pos Besar dan Gedung BNI.

Masyarakat tak bisa merapat dan berswafoto di area depan monumen Serangan Oemoem 1 Maret maupun di depan Istana Gedung Agung telah dibarikade penuh dengan pagar besi di sekelilingnya.

Pada momentum tahun baru sebelumnya, kawasan depan istana sampai monumen SO 1 Maret itu selalu penuh massa hingga untuk berjalan kaki pun susah. Namun arus kendaraan di simpang itu relatif lancar.

Di Titik Nol Kilometer Yogyakarta sama sekali tak ada pesta kembang api. Sejumlah ambulans dan petugas gabungan bersiaga. Aparat langsung menegur masyarakat yang berkerumun dan tidak memakai masker dengan benar.

“Lebih baik pulang saja, tidak ada pesta kembang api. Tidak ada acara apa-apa di sini,” ujar seorang petugas kepolisian kepada seorang ibu yang mengajak anak balitanya menanti detik pergantian tahun di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Melalui pengeras suara, para petugas juga mengimbau masyarakat tak berkerumun dan segera pulang ke rumah masing-masing.

Situasi di Alun-Alun Utara atau depan Keraton Yogyakarta relatif lebih lengang. Tak ada orang bergerombol di sepanjang trotoar atau wisatawan parkir karena puluhan tentara dan satpol PP berjaga di luar pagar.

Di tepi trotoar Alun Alun Utara itu juga diberi sekat tali plastik tambahan sehingga tak ada lagi sepeda motor yang parkir di situ.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Noviar Rahmad menuturkan ada seribu personel yang berjaga di area Gumaton pada malam Tahun Baru 2021.

Gumaton yang dimaksud merujuk pada Tugu Jogja – Malioboro – Titik Nol Kilometer – Keraton Yogyakarta.

“Fokus pengamanan kami di malam tahun baru adalah jangan ada yang berkerumun apalagi tak pakai masker. Kalau terjadi, langsung dibubarkan,” ujar Noviar.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang memantau langsung malam pergantian tahun baru kali ini mengatakan, jika dibandingkan momentum tahun baru sebelumnya bahkan hari-hari biasa, kali ini yang memadati kawasan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer Yogyakarta sudah jauh menurun.

“Dengan bantuan kepolisian, TNI, juga petugas lainnya kami bisa menghalau potensi kerumunan yang terjadi di malam pergantian tahun ini,” katanya.

Khusus pada momentum malam tahun baru ini, Pemerintah Kota Yogyakarta meniadakan kebijakan di jalur pedestrian Malioboro yang biasanya bebas kendaraan bermotor dari pukul 18.00 – 21.00 WIB.

Tujuannya, tidak terjadi kerumunan dari pejalan kaki yang lebih parah. Selain itu, titik-titik selfie pemicu kerumunan seperti plang jalan Malioboro juga sengaja di tutup agar wisatawan tak bisa lagi menggunakannya sebagai latar berfoto.

Pemerintah Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi melanjutkan, tetap mempersiapkan berbagai hal terburuk pasca-momentum libur tahun baru ini, khususnya terkait potensi lonjakan Covid-19.

“Sejak awal Desember 2020 kami sudah menyiapkan 98 tempat tidur tambahan di berbagai rumah sakit penanganan Covid-19,” katanya.

Exit mobile version