JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Video Momen Gunung Semeru Meletus Viral di Medsos. Guguran Awan Panas Meluncur hingga Jarak 4,5 Kilometer

Tangkapan layar video awan panas akibat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (16/1/2021). Foto: YouTube/Papi K3N


LUMAJANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Bencana kembali terjadi di Indonesia. Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan guguran awan panas pada Sabtu (16/1/2021) sore sekira pukul 17.24 WIB. Akibat erupsi tersebut, material awan panas meluncur hingga sejauh 4,5 kilometer.

Kabar tentang letusan Gunung Semeru turut disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq melalui akun Twitter miliknya. “Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,” tulisnya di akun @thoriqul_haq.

Selain itu, video yang merekam momen sesaat setelah terjadinya letusan diabadikan warga dan beredar luas di media sosial.

Salah satunya seperti bisa disaksikan dalam video yang diunggah pemilik kanal YouTube Papi K3N. Video tersebut diduga diambil dari Desa Sumber Mujur dan menunjukkan awan hitam pekat tampak membubung tinggi dan bergerak ke arah timur. Tak terlihat adanya arus evakuasi masyarakat setempat.

Advertisement
Baca Juga :  Sudah Mabuk, Oknum Anggota DPRD Masih Tega Cabuli Wanita di Rumahnya. Sayang Hanya Divonis 8 Bulan Penjara

Sedangkan di Instagram, sejumlah netizen telah mengunggah video letusan Gunung Semeru tersebut serta warga yang berlarian menyelamatkan diri.

Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau ‘Waspada’ dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Aktivitas Gunung Semeru dilaporkan mulai mengalami peningkatan sejak 27 November 2020. Saat itu, gunung tersebut memuntahkan guguran lava pijar mengarah ke wilayah Curah Kobokan 13 kali dengan jarak luncur dari puncak sekitar 500-1.000 meter.

Pada 1 Desember, guguran lava pijar juga tercatat meluncur sejauh 3.000 meter dari puncak gunung sehingga menyebabkan ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru Kabupaten Lumajang harus mengungsi. Saat itu erupsi juga memuntahkan awan panas raksasa.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan diminta agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

www.tempo.co