Beranda Nasional Jogja Walhi DIY Minta Pemprov Batasi Penggunaan Kantung Plastik

Walhi DIY Minta Pemprov Batasi Penggunaan Kantung Plastik

ilustrasi sampah plastik / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah DIY diminta melakukan dekontaminasi terhadap petugas yang membersihkan sampah setelah perayaan pergantian tahun.

Selain itu, pemerintah DIY juga perlu melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sampah-sampah saat malam tahun baru.

Demikian dikatakan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Halik Sandera.

“Secara Rutin khususnya TPS bisa melakukan penyemprotan Disinfektan dan penerapan protokol kesehatan bagi Warga dan petugas di TPS juga dilakukan, untuk dekontaminasi,” katanya kepada Tribun Jogja, Sabtu (2/1/2021).

Menurutnya, upaya tersebut diperlukan lantaran saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Sementara di malam pergantian tahun kemarin kawasan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer Yogyakarta telah terjadi kerumunan massa.

Baca Juga :  Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Terombang-ambing di Pantai Depok Bantul

Hal lainnya, Halik kembali berkomentar jika merujuk pada kapasitas yang ada di TPST Piyungan saat ini, dirinya menegaskan bahwa TPST Piyungan sudah penuh.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengendalian produksi sampah seharusnya bukan dilakukan saat malam pergantian tahun atau hari-hari besar lainnya.

“Perlu segera kebijakan pembatasan atau pelarangan penggunaan kantung plastik sekali pakai, khususnya di minimarket dan lainnya,” tegasnya.

Selain peran Provinsi, dibutuhkan sinergisitas Kabupaten/Kota dalam upaya pengurangan volume sampah.

Salah satunya menjadikan TPS menjadi TPS 3R, sehingga sampah yang diangkut ke TPST Piyungan merupakan residu.

“Indikator lain mengatasi persoalan sampah adalah politik anggaran baik eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/Kota harus ada,” pungkasnya.

Baca Juga :  Terbukti Curi Gamelan Kalurahan, Dua Kepala Dukuh di Bantul Dipecat

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.