SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Di bawah kepemimpinan Ustaz Ahmad Sukina, Majlis Tafsir Al-Qurโan (MTA) mengalami perkembangan yang cukup pesat dan diterima dengan mudah oleh masyarakat luas.
Bahkan, kini sudah ada sekitar 250-an cabang di seluruh Indonesia. Keberhasilan MTA salah satunya ditandai dengan hadirnya lembaga pendidikan setingkat SMP dan SMA.
Apakah perkembangan yang menggembirakan itu membuat Ahmad Sukina puas? Ternyata belum. Ketika usia beliau menginjak 67 tahun, beliau pernah mengutarakan keinginannya untuk mendirikan sebuah pesantren yang besar.
Selaras dengan keinginan beliau, ketika itu, MTA sudah berhasil mendapatkan tanah seluas 10 hektare di daerah Karanganyar untuk pendirian pesantren.
Seiring dengan MTA yang sudah menggunakan kemajuan teknologi salam berdakwah, Sukina pun memiliki keinginan mendirikan pesantren modern yang mandiri.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan dalam pesantren MTA tersebut, adalah memberikan sejumlah bekal keterampilan kepada para santrinya. Sehingga ketika mereka lulus dari sana, para lulusan santri tersebut tak bingung-bingung mencari kerja.
โMereka bisa berinovasi menciptakan pekerjaan untuk diri mereka sendiri,โ kisah Ahmad Sukina suatu ketika. Suhamdani/Diolah dari dokumen Joglosemar