Beranda Daerah Wakil Bupati Nganjuk Positif Covid-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin 2 Kali, Ini...

Wakil Bupati Nganjuk Positif Covid-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin 2 Kali, Ini Penjelasan Satgas

Ilustrasi vaksinasi. Foto: Pexels.com

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Padahal, ia telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid-19.

Hal tersebut menjadi pertanyaan akan efektivitas vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah dalam menangkal infeksi virus corona.

Terlebih, saat ini pemerintah masih terus menggencarkan sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19 yang diharapkan dapat mengakhiri situasi pandemi.

Kendati juga telah ditegaskan bahwa seseorang yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 tidak berarti menjadi kebal terhadap infeksi virus Corona. Oleh karena itu disiplin protokol kesehatan tetap harus diutamakan.

Terkait kasus positif Covid-19 yang dialami Wabup Nganjuk tersebut, Satgas Covid-19 Jawa Timur memberikan penjelasannya. Disampaikan staf khusus rumpun kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al-Farabi, perlu waktu untuk vaksin dapat bekerja membangun antibodi terhadap virus.

“Memang, yang sudah divaksin pun masih bisa terpapar Covid-19. Pertama, karena antibodi itu baru muncul 14 hari setelah vaksin dosis kedua,” ujarnya seperti dikutip Liputan6.com, Senin (22/2/2021).

Jibril menambahkan, sudah ada sejumlah hasil penelitian berkaitan dengan waktu pembentukan antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus SARS CoV-2 setelah mendapat vaksin Sinovac.

“Jadi, bukan berarti setelah dapat vaksinasi itu kemudian orang itu langsung kebal terhadap Covid-19. Vaksinasi itu sebenarnya melatih kekebalan tubuh terhadap virus,” ucapnya.

Artinya, meskipun seseorang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19, tidak bisa semena-mena melepas masker atau tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak.

“Bisa dipastikan orang-orang yang terjangkit Covid-19 itu belum ada 14 hari setelah vaksinasi dosis kedua. Karena vaksinasi dosis kedua di Jatim sebagian baru saja selesai, belum semua dapat,” ucapnya.

Selain karena waktu pembentukan antibodi untuk melawan virus dalam tubuh, Jibril menyebutkan, efikasi (kemampuan mencapai hasil) vaksin Sinovac buatan China itu hanya 65 persen.

“Artinya, kalau ada paparan virus itu 100 persen. 65 persen itu tidak kena, tapi 35 persen lainnya masih ada kemungkinan terpapar. Tapi kalau sudah divaksin terus kena, kemungkinan besar gejalanya akan ringan atau tanpa gejala,” ujarnya.

Jibril kembali mengingatkan protokol kesehatan baik memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan lainnya harus tetap dilakukan meski masyarakat sudah menjalani vaksinasi.

“Mungkin banyak yang belum memahami itu. Makanya, protokol kesehatan ini harus tetap dialakukan meski sudah menjalani vaksinasi,” ucapnya.

Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi dalam salah satu video wawancara di YouTube juga telah mengakui bahwa dirinya sempat lengah dalam menjaga protokol kesehatan lantaran padatnya aktivitas pascabencana. Liputan 6

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.