JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengejutkan, Pemilik Kios Pupuk yang Digerebek Polisi di Gondang Sragen Dikenal Sebagai Tuan Tanah. Punya 15 Hektare Sawah, Tumpukan Pupuk Bersubsidinya Disebut Dibeli dari Beberapa Kecamatan!

Tim Reskrim Polres Sragen saat menyegel tumpukan pupuk bersubsidi milik Tri Widodo di Kaliwedi, Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakta baru mencuat dari kasus dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi di kios milik Tri Widodo (47) warga Dukuh Belangan, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen.

Pemilik kios yang digerebek polisi dan ditetapkan tersangka itu ternyata dikenal sebagai tuan tanah alias punya banyak lahan sawah. Menurut keterangan warga sekitar, Tri tercatat memiliki atau menggarap hampir 15 hektare sawah setiap musimnya.

Tak heran, warga sangat kaget dengan penggerebekan yang dilakukan oleh polisi. Sebab sepengetahuan warga, kios milik Tri selama ini lebih banyak melayani pembelian pupuk nonsubsidi.

“Ya agak kaget saja dengar digerebek polisi. Karena setahu kami, dia sawahnya memang luas, ada sekitar 15 hektare. Sebagian dari sawah beli mangsan memang. Nah tahunya pupuk bersubsidi itu untuk kebutuhan sawahnya. Kalau dia njualnya lebih banyak yang nonsubsidi,” papar salah satu petani setempat, TO (50) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (14/3/2021).

Advertisement
Baca Juga :  Warga Sragen, Siap-Siap Mulai Hari Ini Operasi Patuh Candi dari Polres Dimulai. Ini Poin-Poin Penekanannya!

Terkait kasus itu, Kades Kaliwedi, Daryono membenarkan jika yang bersangkutan adalah pemilik kios pupuk di wilayahnya. Ia juga sedikit terkejut ketika mendengar kabar penggerebekan oleh polisi.

Sepengetahuannya, selama ini yang bersangkutan memang punya banyak lahan sawah dan punya kios pupuk atau saprodi.

“Kalau punya banyak lahan iya. Pak Tri itu memang nyambi petani dan punya lahan luas, kalau nggak salah sekitar 15 hektare. Selama ini saya juga sering beli ke tokonya juga, tapi pupuk nonsubsidi. Kalau untuk pupuk bersubsidi dia bisa punya banyak, tahunya kami ya karena mungkin sawahnya banyak dan akan dipakai untuk sawahnya. Kalau dijual ke umum, kami nggak tahu,” paparnya.

Daryono yang juga hobi bertani itu tak menampik selama ini dirinya juga sering membeli pupuk ke kios yang bersangkutan.

Baca Juga :  Kisah Pilu Anton, TKI Kalijambe Sragen Tewas di Korea. Empat Tahun Bekerja, Impian Mendulang Devisa Harus Terpupus

Namun pupuk yang dibeli jenis nonsubsidi karena untuk tanaman melon yang dibudidayakannya, kebutuhan pupuknya lebih banyak jenis Mutiara atau NPK yang nonsubsidi.

“Kalau soal jual pupuk subsidi, kami nggak begitu tahu. Berapa harga jualnya kami juga nggak tahu, karena untuk pupuk subsidi kami kan sudah dapat jatah masing-masing. Dan kebetulan taman saya melon terus jadi nggak begitu banyak butuh subsidi tapi pupuknya kebanyakan nonsubsidi,” tuturnya.

Sementara, berdasarkan informasi yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , tumpukan pupuk bersubsidi jenis Phonska dan Urea di gudang milik Tri, disebut dibeli dari beberapa kecamatan. Bahkan ada pupuk yang disebut didatangkan dari wilayah Masaran pula.

Di sisi lain, pihak kepolisian masih enggan membeberkan secara detail pengembangan kasus itu dengan alasan masih dalam tahap penyidikan.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua