JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengejutkan, Pusri Temukan Fakta Berbeda dengan Polisi di Kasus Kios Tri Widodo di Gondang Sragen. Tegaskan Kios Tak Langgar Aturan, Jelaskan Asal Usul 50 Zak Urea Ternyata Dari Sini!

Agus Suprayogi (kiri). Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Pupuk Sriwijaya (Pusri) menguak fakta mengejutkan dan berbeda dengan kepolisian dalam kasus dugaan penyimpangan pada kios pupuk Tri Widodo di Desa Kaliwedi, Gondang.

Hasil klafirikasi dan investigasi ke beberapa pihak yang dilakukan Pusri, menyimpulkan kios pupuk Tri Widodo sama sekali tidak melanggar aturan.

Hal itu diungkapkan Senior Sales Executif PT Pusri, Agus Suprayogi, Rabu (17/3/2021). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Agus mengatakan setelah kasus mencuat, pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran ke lapangan.

Klarifikasi dilakukan ke sejumlah pihak terutama terkait keberadaan 50 zak Urea yang diamankan polisi karena dianggap menyalahi aturan atau penimbunan.

Advertisement

Sementara kios Tri Widodo dianggap tidak memiliki izin untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

“Kami menindaklanjuti dari sisi Urea, kalau Phonska itu kewenangan di Petro. Untuk sisi Urea, perlu saya luruskan bahwa Pak Tri Widodo itu adalah Bendahara Kelompok Tani “Krida Tani”. Itu dudah diklarifikasi dari pak Sukoyo selaku Ketua Kelompok Tani juga,” paparnya.

Baca Juga :  Masih Level 3, Sragen Belum Berani Buka Obyek Wisata. Bupati: Tunggu Koordinasi Dulu!

Agus kemudian menjelaskan bahwa puuk Urea yang ada di kios Tri Widodo didapat dari kios resmi Dewi Sri.

Karena memang itu wilayah ampuannya, kios Dewi Sri kemudian menyerahkan alokasi pupuk ke kelompok tani Krida Tani langsung ke kelompok dan diterima oleh ketua kelompok tani.

Namun berhubung kelompok tani itu tidak mempunyai gudang, maka sesuai kesepakatan dari seluruh pengurus dan anggota, pupuk itu diserahkan atau dititipkan kepada Bendahara Kelompok Tani yakni Pak Tri Widodo yang mempunyai gudang.

“Jadi secara legalitas jadi tidak masalah, tidak melanggar aturan Permentan maupun Permendag. Kemarin sudah diverifikasi ketua kelompoknya, PPL-nya dan kami sudah terbuka ada kepolisians semuanya lengkap dan kami terbuka. Perlu kami sampaikan bahwa posisinya Pak Tri Widodo tidak melanggar aturan. Karena dia adalah bendahara Kelompok Tani, dia juga petani penggarap,” terangnya.

Baca Juga :  Makin Panas, Warga Tuding Kades Tak Jujur Soal Pembangunan PT Glory. Sebut Kami Tunggu di Persidangan!

Kedua, Agus mengungkap bahwa 50 zak pupuk Urea yang oleh polisi diduga diselewengkan sebenarnya sisa alokasi yang belum digunakan oleh petani kelompok tani Krida Tani.

Hal itu terjadi karena pada saat bulan Januari- Februari di wilayah tersebut belum ada pemupukan. Sehingga pupuk masih disimpan di gudang.

Sehingga, pupuk masih ada utuh 2,5 ton atau 50 zak sesuai sisa alokasi yang kemudian dijadikan batang bukti pihak kepolisian.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua