JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Temukan Pelanggaran, Pusri Minta Polres Sragen Lepaskan 50 Zak Pupuk Urea Milik Kelompok Tani Kaliwedi. KTNA Berharap Kepentingan Petani Diutamakan!

Tim Reskrim Polres Sragen saat menyegel tumpukan pupuk bersubsidi milik Tri Widodo di Kaliwedi, Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Pupuk Sriwijaya (Pusri) meminta agar kepolisian segera melepaskan 50 zak pupuk Urea bersubsidi yang disegel dari kios pupuk Tri Widodo di Desa Kaliwedi, Gondang.

Permintaan itu disampaikan menyusul hasil klarifikasi dan investigasi ke lapangan yang dilakukan tim Pusri dan mendapati pupuk tersebut sama sekali tidak melanggar ketentuan dan merupakan milik anggota Kelompok Tani Krida Tani Kaliwedi.

Penegasan itu disampaikan Senior Sales Executif PT Pusri, Agus Suprayogi, Kamis (18/3/2021). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Agus mengatakan setelah kasus mencuat, pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran ke lapangan pada Senin (15/3/2021) kemarin.

Menurutnya hasil klarifikasi ke sejumlah pihak baik pemilik kios, kelompok tani, PPL, menyimpulkan bahwa 50 zak pupuk Urea di kios Tri Widodo, memang tidak melanggar ketentuan.

Advertisement

“Yang 50 karung Urea itu memang jatah petani (anggota Kelompok Tani Krida Tani) untuk nanti pemupukan di bulan April. Jadi itu sisa alokasi pada bulan Januari dan Februari. Karena belum digunakan dan saat itu belum masa pemupukan, otomatis pupuk dibiarkan dulu dan nanti baru digunakan yang akan datang nasa pemupukan. Jadi kalau bahasanya dianggap penimbunan, itu jelas tidak benar. Karena itu pupuknya resmi, sudah dibeli kelompok Tani Krida Tani, tapi dititipkan ke Pak Tri Widodo sebagai bendahara kelompok karena dia yang punya gudang,” papar Agus.

Baca Juga :  Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Masaran Ternyata Sempat Terlindas Truk. Begini Kesaksian Warga!

Agus juga menegaskan bahwa keberadaan 50 zak Urea itu tidak melanggar Permentan maupun Permendag.

Menurut aturan di Permendag, sebuah kios harus wajib menyediakan pupuk dalam kebutuhan petani, minimal satu minggu sebelum masa pemupukan sesuai RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).

Kemudian tidak ada batasan maksimal atau minimal jumlah tonase yang disiapkan di gudang. Sehingga sebuah kios memiliki atau menyiapkan stok 10 ton sampai 100 ton pun tidak masalah.

Baca Juga :  Warga Sragen, Siap-Siap Mulai Hari Ini Operasi Patuh Candi dari Polres Dimulai. Ini Poin-Poin Penekanannya!

“Karena diaturan permendag kios harus wajib menyediakan pupuk dalam kebutuhan petani minimal satu minggu sebelum pemupukan seauai RDKK. Lalu yang perlu dipahami, kalau kios tersebut melakukan penyetokan di atas dua ton atau tiga ton pun nggak masalah. Karena aturan Permendag disebutkan wajib memiliki stok dan tidak ada batasan minimal atau maksimalnya. Hanya kebutuhan kelompok,” tukasnya.

Agus menegaskan pihak Pusri sebagai produsen Urea menyampaikan itu berdasarkan hasil verifikasi, klarifikasi dan investigasi menyeluruh ke semua pihak terkait di lapangan.

Kesimpulan itu juga ia sampaikan bukan untuk pembelaan kios akan tetapi merupakan fakta sebenarnya yang ada di lapangan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua