JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Belum Rela Dipensiun, Sejumlah Perangkat Desa di Sragen Dilaporkan Masih Nekat Masuk Kerja. Bahkan Ada yang Ngotot Minta Disekatkan Ruangan Sendiri

Sempat nekat masuk beberapa kali, Perdes tu kemudian berhenti setelah terkena covid-19. Setelah sembuh, yang bersangkutan kembali masuk dan malah mengajukan permintaan.

Isinya sanggup untuk pensiun dengan syarat jatah bengkoknya tetap diberikan sampai usia 65 tahun.

Kasus yang sama juga dilaporkan terjadi di beberapa desa. Sebagian perangkat yang sudah memasuki usia pensiun 60 tahun, hingga kini juga ada yang belum rela dan mau menerima SK pensiun.

Baca Juga :  Perjuangkan Revisi Perbup 67, Praja Sragen Ancam Gelar Demo. Komisi I Berharap Segera Ada Penyelesaian

Menyikapi hal itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengatakan Pemdes dan Kades harus berpedoman pada aturan yang sudah ada saja.

Jika memang aturannya sudah pensiun di 60 tahun, maka harus diterbitkan SK pensiun. Jika mereka masih ngotot masuk kerja, nanti juga boleh diberi gaji.

“Pedomani aturan saja yang sudah dikeluarkan Pemda. Kalau sudah masuk masa pensiun ya dibuatkan SK pensiun. Kalau masih nekat masuk, ya nggak usah digaji. Karena nanti malah menyalahi aturan,” katanya.

Baca Juga :  Harga Beras Sragen Mencekik, 2 Politisi Cantik Ini Rela Terjun Gelar Pasar Murah. Berasnya Premium Harga Cuma Segini

Keengganan untuk dipensiunkan usia 60 itu juga terkait dengan upaya gugatan ke PTUN yang dilakukan salah satu perangkat desa di Jambanan Sidoharjo.

Sekdes Jambanan, Basino saat ini menggugat PTUN Kades dan Pemkab atas SK pensiun di usia 60 tahun. Padahal ia berkeyakinan masih berhak untuk menjabat sampai usia 65 tahun. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com