JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Derita Bus AKAP di Karanganyar Akibat Larangan Mudik. Sudah Nasib Kembang Kempis, Naikkan Tarif Hingga 50 % Pun Masih Rugi

Ia mengaku tidak bisa selalu menerapkan aturan jaga jarak antarpenumpang di situasi bisnis sepi. Tak jarang penumpang duduk tanpa jarak.

“(Duduk berjarak) Lihat situasi,” katanya.

Menurutnya, para pemudik akan ramai-ramai pulang sebelum larangan diberlakukan 6-17 Mei 2021. Disebutnya, paling ramai tanggal 25 April.

Pengemudi bus PO Langsung Jaya, Suranto mengatakan masih melayani trayek antarkota dalam provinsi. Untuk jurusan Solo-Tawangmangu beroperasi enam bus sedangkan Solo-Yogyakarta delapan bus.

Baca Juga :  Innalillahi, Warga PSHT Karanganyar Tewas Kecelakaan di Sragen. Diduga Ditabrak Mobil dari Belakang

Kepala Dishub PKP Karanganyar, Sri Suboko menyebut larangan mudik dengan bisnis angkutan umum memang dilematis. Di satu sisi, angkutan lebaran sangat ditunggu pengusaha.

Namun, pelaku perjalanan terbukti menyumbang cukup signifikan kasus penularan Covid-19.

Baca Juga :  Tak Terdeteksi dari Basecamp Mana Naiknya, Seorang Pendaki Wanita Ditemukan Tewas di Gunung Lawu

“Sejauh ini belum ada koordinasi terkait satuan tugas penyekatan. Masih diampu kepolisian. Tentang PO bus yang memilih tidak melayani selama penyekatan diterapkan 6-17 Mei, kami menyambut baik. Sebaiknya jangan pulang mudik. Tetap di perantauan saja. Demi menekan kasus penyebaran Covid-19,” katanya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com