JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memilukan, Jenazah Sartikawati Korban Pembunuhan Karena Menolak Ajakan Hubungan Intim Dimakamkan Dengan Iringan Tangisan. Ibunya yang Mengalami Kebutaan Sempat Histeris

Kades Mojorejo, Suharno saat memberikan dukungan moril kepada ibu almarhumah yang mengalami kebutaan sejak kecil, sesaat usai pemakaman. Foto/Wardoyo

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat konferensi pers di Mapolres Senin (12/4/2021) mengungkapkan tersangka diamankan saat berada di jalan Indomaret Kedawung Sragen.

“Tersangka kita amankan kurang dari 12 jam sejak mayat korban ditemukan. Tersangka berinisial ES asal Kedawung Sragen. Dia belum bekerja, usianya 23 tahun,” papar Kapolres.

Tersangka pagi ini dihadirkan di Mapolres Sragen dalam ungkap kasus oleh Polres. Kapolres menguraikan hubungan tersangka adalah teman korban.

Baca Juga :  Makin Fenomenal, Festival Sedekah Bumi Pasar Bahulak Sedot 2.000 Pengunjung Mayoritas dari Luar Kota. Perputaran Fulus Tembus Rp 32 Juta

Dari hasil penyelidikan, tersangka mengaku membunuh korban dengan cara mendorong tubuhnya ke dalam waduk. Akibat dorongan itu, tubuh korban kemudian terjatuh ke waduk dan kepalanya membentur batu.

Dorongan itu muncul setelah pelaku kalap karena permintaannya untuk bersetubuh ditolak oleh korban.

Sebelumnya, mereka sempat pesta miras jenis ciu bersama enam teman tersangka di dekat waduk. Setelah teler, tersangka mengajak korban memisahkan diri mencari lokasi agak jauh dari teman-temannya.

Baca Juga :  Merasa Dirugikan Galian C Ilegal, Wanita Asal Masaran Sragen Tuntut Tebing Sawahnya Dibangun Talud dan Dipagar. ESDM Jateng ke Penambang: Berani Berbuat Harus Tanggungjawab!

Di lokasi tersebut, tersangka sempat meminta jatah dan mengajak korban melakukan hubungan badan.

“Sabtu malam (10/4/2021), tersangka mengajak korban keluar di waduk. Kemudian bersama 6 orang lebih, mereka melakukan kegiatan pesta minuman keras,” urai Kapolres.

Kisah tragis Sartikawati pun kini hanya tinggal kenangan. Keputusannya meninggalkan keluarga kecilnya ternyata harus berujung duka. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua