SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus covid-19 karena kegiatan reuni. Kondisi tersebut berdasarkan pengalaman dari beberapa daerah lain di luar Kota Solo.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, selain belajar dari pengalaman daerah lain, pihaknya juga menemukan riwayat epidemiologi pasien covid-19 di Solo yang mengikuti kegiatan reuni. Untuk itu, pihaknya tidak mau hal itu kemudian menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus aktif covid-19 di Solo.

Baca Juga :  PTM TK dan Paud di Solo, Gibran Sarankan Dilakukan di Sekolah, Jangan Home Visit

“Memang ada riwayat mengikuti reuni saat diselidiki. Selain reuni, kegiatan yang perlu diwaspadai ya silaturahmi, halal bihalal dan sejenisnya. Lha gimana, pasca lebaran, mudik tidak boleh, tetapi silaturahmi, halal bihalal, reuni. Ketemuan, ngobrol, nyanyi-nyanyi,” paparnya, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga :  Tak Mabuk Dipuji Gibran, Anies Malah Merendah. Balik Puji Vaksinasi di Solo Sudah 98 %

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui adanya lonjakan kasus covid-19 di Solo pasca lebaran ini.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua

Advertisement