SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus covid-19 karena kegiatan reuni. Kondisi tersebut berdasarkan pengalaman dari beberapa daerah lain di luar Kota Solo.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, selain belajar dari pengalaman daerah lain, pihaknya juga menemukan riwayat epidemiologi pasien covid-19 di Solo yang mengikuti kegiatan reuni. Untuk itu, pihaknya tidak mau hal itu kemudian menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus aktif covid-19 di Solo.

Baca Juga :  Bikin Mewek, Kisah Pilu Suami Istri dan 10 Anaknya Tidur di Bawah Meja Angkringan: Anak-anak Kuatkan Ibunya dan Tak Pernah Mengeluh

“Memang ada riwayat mengikuti reuni saat diselidiki. Selain reuni, kegiatan yang perlu diwaspadai ya silaturahmi, halal bihalal dan sejenisnya. Lha gimana, pasca lebaran, mudik tidak boleh, tetapi silaturahmi, halal bihalal, reuni. Ketemuan, ngobrol, nyanyi-nyanyi,” paparnya, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga :  Pelatihan UMKM di Solo Gagasan Alumni Akabri 1996, Kapolda Berharap Wilayah Lain Ikut Meniru

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui adanya lonjakan kasus covid-19 di Solo pasca lebaran ini.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua

Advertisement