JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berkah Idul Fitri, 268 Narapidana Lapas Sragen dapat Potongan Remisi. Satu Napi Langsung Bebas dan Satu Napi Korupsi Juga Kecipratan

Kalapas Sragen saat menyerahkan secara simbolis SK remisi Idul Fitri. Foto/Wardoyo
Kalapas Sragen saat menyerahkan secara simbolis SK remisi Idul Fitri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 268 narapidana Lapas Kelas II A Sragen mendapat berkah pengurangan hukuman atau remisi hari raya Idul Fitri 1442 H tahun ini.

Tidak hanya itu, satu napi bahkan langsung bebas usai mendapat potongan hukuman 15 hari. Satu orang napi kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) juga turut kecipratan berkah remisi kali ini.

Pemberian remisi itu disampaikan Kepala Lapas Kelas II Sragen, Purwoko Suryo Pranoto melalui Kasi Binadik, Agung Hascahyo.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia menyampaikan untuk remisi Idul Fitri 2021, total ada 514 narapidana penghuni Lapas Sragen pada Kamis (13/5/2021).

Baca Juga :  Breaking News: Warga Sidoharjo Tewas Kecelakaan Maut di Jalan Raya Solo-Sragen Pagi Ini. Korban Bernama Sukardi

Dari jumlah itu, ada 268 yang menerima remisi. Rinciannya 61 napi mendapat remisi 15 hari. Kemudian 174 napi menerima remisi satu bulan 15 hari, 31 orang menerima remisi satu bulan 15 hari dan 3 orang mendapat remisi 2 bulan.

“Untuk remisi kategori khusus ada 71 orang napi kasus narkoba dan satu orang napi kasus Tipikor,” paparnya, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga :  Innalillahi, 12.040 Warga Sragen Meninggal Dunia Selama Pandemi. Berikut Rincian Kematian Setiap Bulan, Nomor 15 Paling Ngeri!

Agung menjelaskan dari 268 napi penerima remisi, ada satu napi yang langsung bebas. Napi itu diketahui bernama Agus Sriyanto yang menjalani hukuman atas kasus 362 KUHP.

Menurutnya remisi itu diberikan kepada napi yang sudah memenuhi persyaratan menerima remisi.

Sementara, mengingat kondisi masih pandemi, pelaksanaan pemberian remisi digelar secara virtual. Pun dengan kunjungan kerabat, untuk sementara tidak diizinkan.

“Belum diperbolehkan kunjungan tatap muka. Yang diperbolehkan hanya kunjungan virtual berbasis video call,” tandasnya. Wardoyo

Bagi Halaman