Beranda Daerah Sragen Innalillahi, Bocah 6 Tahun Korban Kebakaran di Ketro Tanon Sragen Meninggal Dunia....

Innalillahi, Bocah 6 Tahun Korban Kebakaran di Ketro Tanon Sragen Meninggal Dunia. Luka Bakarnya Capai 93 Persen, Kondisi Wajahnya Gosong dan Melepuh

Kondisi jenazah Elricho Pian Heliyanto, bocah korban kebakaran di Ketro Tanon yang meninggal dunia di RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu korban luka saat kebakaran hebat rumah toko dan gudang minyak milik juragan Siswanto (40) asal Dukuh Pilangsari RT 31, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Sabtu (8/5/2021), dilaporkan meninggal dunia.

Ia adalah anak bungsu Siswanto, Elricho Pian Heliyanto (6). Bocah kecil itu meninggal akibat luka bakar terlalu parah yang mereka alami.

Richo meninggal di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen akibat kondisinya yang sangat parah.

Elricho mengembuskan nafas terakhir sesaat usai tiba di RSUD dan sebentar mendapat penanganan, Sabtu (8/5/2021).

Kabar duka itu dibenarkan Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Mutu RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Joko Haryono. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia menyampaikan bocah kebakaran di Ketro memang meninggal dunia setiba di RSUD.

Bocah malang itu gagal terselamatkan karena kondisi luka bakarnya yang sudah terlalu parah.

Persentase tubuh yang terbakar mencapai angka 92 persen sehingga membuat banyak kehabisan cairan.

Baca Juga :  Bus Rosalia Indah Terbakar Hebat di Tol Solo-Ngawi KM 544 Sragen, Polisi Polsek Sambungmacan Bantu Evakuasi dan Selamatkan Para Penumpang

Bahkan wajahnya menghitam penuh luka bakar dan melepuh.

“Yang anak umur 6 tahun, kemarin baru datang di RS cuma ditangani sebentar lalu meninggal. Karena luka bakarnya parah banget. Hampir 92 persen. Mukanya terbakar parah, KU sudah jelek, mau dipasangi alat sudah nggak bisa. Apalagi kondisi anak yang masih kecil sangat kesulitan,” paparnya via telepon Minggu (9/5/2021).

Menurutnya kondisi luka bakar si kecil itu memang sangat parah. Karena banyak kehilangan cairan, sehingga sulit bertahan.

“Kalau kondisi terbakar hampir menyeluruh seperti itu otomatis banyak kehilangan cairan. Kalau sudah di atas 75 persen apalagi 90 persen. Mungkin kelihatan secara fisik tidak terlalu, tapi kondisi kehilangan cairannya yang berbahaya dan harus segera tertangani. Apalagi jarak Ketro ke Sragen kemarin lumayan memakan waktu,” terangnya.

Salah satu warga, Yanto, menyampaikan jenazah Richo meninggal sekitar jam 23.00 WIB dan dimakamkan pagi ini pukul 09.00 WIB di pemakaman desa setempat.

Baca Juga :  Dari 'Jeglongan Sewu' Jadi 'Jalan Kerbau', Jalur Gading Sragen Viral Lagi Usai Jadi Kubangan Lumpur

Kabar meninggalnya korban kebakaran itu juga dibenarkan anggota DPRD Sragen asal Canden, Ketro, Hariyanto.

Ia juga menyampaikan bahwa dua dari empat korban meninggal dunia yakni sang kakek dan cucu laki-laki. Ia mengaku turut berduka cita atas meninggalnya dua korban tersebut. Wardoyo

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.