JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mogok Berlanjut, Puluhan Perajin Tahu di Teguhan Sragen Tuntut Pemerintah Beri Subsidi Harga Kedelai. “Dulu Kedelai Bisa Disubsidi Jadi Rp 3.000- Rp 4.000!”

Sementara, perajin lainnya Rustanto, menegaskan saat ini tidak ada yang bisa menyelamatkan perajin kecuali turunnya harga kedelai.

Ia meminta jika memang harga dari importir sudah mahal, pemerintah bisa memberikan subsidi harga sehingga harga bisa terjangkau dan perajin bangkit lagi.

“Dulu saat harga kedelai Rp 6.000- 7.000 nyatanya bisa disubsidi pemerintah jadi Rp 3.000-4.000. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang enggak. Apalagi Pak Menteri UMKM sudah meminta bagaimana agar UMKM bisa bergerak membantu negara. Tapi nyatanya pengusaha mendelep kabeh karena harga kedelai mahal. Solusinya cuma satu nek rego dele medun pasti bisa produksi lagi (kalau harga kedelai turun pasti bisa produksi),” tegasnya.

Baca Juga :  SMPN 4 Sragen Juara Turnamen Futsal SMK Binawiyata Cup. Kepala Disdikbud Sebut Luar Biasa

Perajin lainnya, Sri Mulyani menyebut saat ini ada sekitar 75 sampai 100 perajin tahu di Teguhan yang mogok produksi.

Sehari sebelum mogok, dirinya sempat ditawari oleh Dinas Pertanian Provinsi yang siap menyuplai kedelai lokal dengan harga Rp 8.500 perkilo. Pihak dinas siap menanggung biaya transport.

Namun kabar baik itu tertahan karena perajin kesulitan menyiapkan uang pembayaran senilai Rp 85 juta untuk 10 ton kedelai hanya dalam waktu sehari.

Kabid Perdagangan Disperindag Sragen, Moh Farid Wajdi menyampaikan pihaknya sudah mengecek harga di Pasar Bunder, Gondang dan Gemolong yang menunjukkan harga kedelai saat ini di angka Rp 10.200-10.250.

Baca Juga :  Satu-Satunya di Dunia dan Hanya Ada di Sragen, Sriyanto Saputro Berharap Wayang Purba Jadi Ikon Budaya

Terkait mahalnya harga kedelai, dari Pemprov sudah mengecek importir kedelai bahwa harga turun dari kapal sudah Rp 10.150 perkilo. Sementara saat ini tidak ada lagi kedelai lokal karena petani tidak ada yang menanam.

“Kami sudah minta kalau ada operasi pasar, Sragen tolong diprioritaskan.
Rencana besok Senin kita mau rapat dengan dinas pertanian yang tahu link kedelai lokal. Sehingga kita bisa koordinasi dengan mereka tentang ketersediaan kedelai lokal sebagai alternatif pengganti kedelai impor,” tuturnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com