JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk MT II untuk Sragen Melimpah hingga 8 Kali Lipat. Ingatkan Segala Penyimpangan Bakal Diancam Pidana!

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana saat memimpin gathering media dengan PT PI di Sragen, Selasa (25/5/2021). Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk selama musim II atau tanam gadu bulan April-Mei 2021 di wilayah Sragen relatif aman dan melimpah.

Saat ini, stok pupuk subsidi di Kabupaten Sragen tersedia hingga 8 kali lipat dari ketentuan alokasi pemerintah.

Meski demikian, PT PI mengisyaratkan tidak akan mentolerir segala bentuk penyelewengan pupuk bersubsidi karena tindakan itu sudah termasuk ranah pidana.

Hal itu disampaikan Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana saat memimpin gathering media dengan PT PI di Sragen, Selasa (25/5/2021).

Advertisement

Ia menyatakan bahwa stok pupuk subsidi lini III (distributor) di Jawa Tengah sebesar 104.000 ton.

Baca Juga :  18 Pengacara Sragen Rame-Rame Laporkan Bupati dan Pimpinan PT Glory ke Polres. Terkait Kasus Jalan dan Pembangunan Pabrik di Ngrampal

Rinciannya, jenis Urea 48.000 ton, NPK Phonska 16.000 ton, SP-36 13.000 ton, ZA 16.000 ton, dan organik 11.000 ton.

Dari jumlah tersebut, stok pupuk subsidi yang ada di Sragen mencapai 8.319 ton. Jumlah ini melebihi tujuh hingga delapan kali lipat dari stok minimum ketentuan pemerintah sebesar 1.082 ton.

“Rinciannya adalah, pupuk Urea 3.932 ton, NPK Phonska 1.164 ton, SP-36 1.163 ton, ZA 718 ton, dan pupuk organik Petroganik 1.342 ton. Jadi stok yang ada sekarang untuk Sragen bisa dibilang surplus hampir 7 sampai 8 kali lipat,” paparnya.

Wijaya menguraikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia turut memanfaatkan teknologi digital. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa alokasi pupuk tersalurkan sesuai dengan kuota dan ketentuan.

Baca Juga :  Demam Serba Puan Maharani Kian Gencar Masuk Sragen, Agustina Wiludjeng: Pamali Lho Bicara Calon Presiden!

Seperti penerapan Distribution Planning and Control System (DPCS) untuk merencanakan dan memantau distribusi secara real time.

Web Commerce (WCM) untuk penebusan pupuk secara online, Aplikasi Gudang (APG) untuk mengetahui stok di gudang secara real time, dan sebagainya.

“Sehingga semua terekam secara digital dan mudah untuk menelusurinya. Kami juga menempatkan 612 petugas lapangan ke berbagai daerah yang rutin berkoordinasi dengan dinas pertanian dan perdagangan, distributor, hingga kios di wilayahnya,” urainya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua