JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Antrian Pasien Covid-19 di Karanganyar Menumpuk, Pasien yang Sembuh tapi Belum Negatif Terpaksa Diminta Pulang. Keluarga Sebenarnya Keberatan, Kepala DKK: Semua Rumah Sakit Penuh!

Ilustrasi penanganan pasien di ruang isolasi corona virus. Foto/Wardoyo


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasien rawat inap yang sudah dinyatakan sembuh dari gejala klinis meski masih positif Covid-19 di Karanganyar diminta dipulangkan.

Keputusan itu diambil menyusul kondisi keterbatasan ruangan perawatan untuk pasien positif Covid-19 yang ada di rumah sakit Karanganyar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati mengatakan pihaknya memang memerintahkan pasien rawat inap yang sudah sembuh boleh dipulangkan meskipun swabnya belum negatif.

Langkah pemulangan itu sudah diterapkan hampir di semua rumah sakit. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menyiasati keterbatasan ruang isolasi di rumah sakit.

Advertisement

Meski dipulangkan namun dokter harus memastikan kondisi pasien dulu. Jika secara klinis sudah baik, barulah pasien dipersilakan pulang

“Meskipun mereka masih positif Covid-19 sudah dipulangkan. Sebab masih ada antrean masuk ruang itu. Mereka yang pulang, tetap melanjutkan isolasi mandiri. Jadi tidak langsung boleh beraktivitas seperti biasa,” kata Purwati kepada wartawan usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bagi pemerintah kecamatan di Karanganyar, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga :  Hendak Pasang Saluran IPAL,  Ngadiyanto Warga Kebakramat, Karanganyar Tewas Kesetrum Mesin Drill

Purwati menguraikan jumlah pasien Covid-19 rawat inap sebanyak 295 orang per Rabu (23/6/2022). Padahal jumlah bed di ruang isolasi RS di Karanganyar hanya 266 unit.

Artinya, 29 pasien Covid-19 dirawat inap di RS luar Karanganyar. Menurutnya mayoritas kelebihan itu dirawat di RS di Kota Solo.

Purwati menyebut pihaknya mendapat keluhan dari manajemen RS di Kota Surakarta terkait banyaknya rawat inap warga Karanganyar terpapar Covid-19 bergejala serta komorbid.

Kemudian ia diminta memaksimalkan manajemen RS supaya pasien dari Karanganyar dapat dilayani secara mandiri.

Perihal pemulangan pasien yang sudah sembuh namun masih terpapar Covid-19, menurutnya bukan kemudian tanpa masalah. Ternyata, keluarga pasien menyayangkannya.

Baca Juga :  Cek Sungai Bengawan Solo, Tim Klaim Airnya Sekarang Sudah Lebih Bagus. Benarkah?

“Keluarga ingin pasien sembuh dulu. Dalam arti sampai Covid-19 benar-benar negatif. Ini yang repot. Semua rumah sakit di kabupaten/kota sekitar Solo penuh. Memang harus memaksimalkan dulu daya tampung di daerah,” katanya.

Sementara berdasarkan data di DKK menunjukkan 292 pasien Covid-19 rawat inap dan 703 isolasi mandiri per Rabu (24/6/2021), Jumlah kasusnya 995.

Sementara itu Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan mengatakan penambahan 25 bed di ruang IGD akan mulai difungsikan per Senin (28/6/2021). Selain itu, ditambah 15 bed di bangsal isolasi.

“Dengan ketersediaan 119 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD, saat ini sudah penuh. Ini saja ada 10 pasien yang mengantre masuk bangsal,” katanya. Wardoyo