JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Dewan Pers mengutuk keras aksi kekerasan dalam bentuk penembakan yang menyebabkan tewasnya seorang wartawan, Marasalem Harahap, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (18/6/2021) dini hari lalu.

Dewan Pers mendesak Polda Sumatra Utara dan Polres Simalungun serius mengusut kasus penembakan Marasalem Harahap alias Marsal hingga tuntas.

“Dewan Pers mengutuk kekerasan pembunuhan wartawan Mara Salem Harahap, terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan.Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga Marasalem Harahap juga harus ditegakkan,” ujar Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, Sabtu (19/6).

Advertisement
Baca Juga :  Breaking News, PPKM Kembali Diperpanjang Mulai Malam Ini, Bali Turun ke Level 3. Obyek Wisata Pantai Kuta Mulai Dibuka

Nuh juga mengimbau segenap komunitas pers di Sumatera Utara agar memperhatikan kasus pembunuhan Marasalem Harahap secara proporsional dan membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkapkan fakta.

“Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers, seperti telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers,” imbaunya.

“Saudara Marasalem Harahap meninggal dunia dengan jejak kekerasan, ditemukan dua luka tembak ditubuhnya. Kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, terlebih jika kekerasan itu dilakukan menyangkut tugas sebagai seorang wartawan.Dewa Pers mengutuk keras pembunuhan terhadap Marasalem Harahap,” tegas Nuh.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Lakukan Pembatasan Pintu Masuk Internasional

Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marasalem Harahap. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua