BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Optimisme para petani tembakau di wilayah Kecamatan Banyudono, Boyolali kini semakin mengecil. Gara- garanya, hujan deras terus mengguyur beberapa hari terakhir. Mereka pun khawatir tanaman tembakau di sawah rusak gara- gara diguyur air hujan tersebut. Pasalnya, hujan bisa mengakibatkan kerusakan tanaman. Apalagi untuk tanaman muda berusia tanam kurang dari dua minggu. Selain tanaman rawan mati karena kelebihan air, tanaman juga bisa mati karena tertimbun tanah. “Kalau tanaman umur seminggu memang rawan mati dan harus diganti dengan tanaman baru. Sudah beberapa hari ini, hujan turun,” ujar Tuwuh (65) petani di Desa Ngaru- aru, Kecamatan Banyudono. Diungkapkan, dampak hujan berkepanjangan membuat dirinya kurang leluasa melakukan pemupukan. Pasalnya, jika tanah dalam kondisi basah maka pupuk bisa menganggu pertumbuhan tanaman tembakau. Pupuk yang mencair terlalu cepat membuat suhu tanah menurun dengan cepat sehingga bisa merusak akar tanaman.
Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua
Baca Juga :  Enam Kecamatan di Boyolali Ini Masuk Wilayah Krisis Air Bersih