JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Parah Status Sragen Masuk Zona Merah Risiko Tinggi, Bupati Putuskan Larang Hajatan dan Semua Ibadah Diminta Dilakukan di Rumah!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pemerintah Kabupaten Sragen memutuskan kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ledakan kasus covid-19 yang makin ganas dan mencetak rekor tambahan tertinggi dalam dua hari terakhir, membuat PPKM kali ini diperpanjang dengan aturan lebih ketat.

Hal itu terungkap dari hasil rapat tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Ruang Sukowati Pemkab Sragen, Senin (14/6/2021).

Rapat dipimpin langsung Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sekda Tatag Prabawanto dengan mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kantor Kementerian Agama (kemenag) Sragen.

Advertisement
Baca Juga :  70.000 Siswa SMA/K dan MTS di Sragen Bakal Digenjot Vaksin Pekan Ini. Bupati Ajukan Permintaan Khusus ke Pemerintah Pusat, Semoga Dikabulkan!

Bupati menyampaikan pelaksanaan PPKM yang mulai diperketat itu akan kembali diterapkan mulai Selasa (15/6/2021) hingga Rabu (30/6/2021) mendatang atau dua pekan.

Berbeda dengan PPKM mikro, kali ini PPKM digelar dengan sejumlah pengetatan yang akan diberlakukan.

Hal itu dikarenakan saat ini kondisi Sragen dalam status zona merah dengan risiko tinggi.

Baca Juga :  Geregetan 3 Kali Investor Kakap Kabur Ditolak Warga, Bupati Sragen: Pak Presiden Saja Memberi Kemudahan!

Beberapa kelonggaran akan dihentikan. Seperti kegiatan hajatan dan ibadah yang berpotensi mengumpulkan masyarakat secara massal resmi sementara dihentikan.

Larangan hajatan dan ibadah massal itu akan diberlakukan sampai akhir bulan.

”Kami harus mengambil langkah kebijakan untuk mengendalikan Covid-19. Karena menyangkut kegiatan peribadatan kami minta saran MUI, FKUB dan Kemenag,” paparnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua