JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Mengenal Long Covid, Lebih Sering Menyerang Kaum Pria, Apa Gejalanya?

“Biasanya juga pasien COVID-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita Long Covid ini,” terangnya.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Pandemic Fatigue

Dr. Yahya menuturkan, untuk pasien yang kehilangan kemampuan penciuman dan pengecapan memang perlu dibangkitkan lagi sensitivitasnya seperti mencium bau-bau yang sangat menyengat seperti minyak kayu putih dan parfum yang sangat harum.

Baca Juga :  Ahli Gizi Anjurkan Tak Berlebihan Makan Nasi dan Mi, Apa Efek Buruknya?

“Ini perlu dilatih setiap hari agar pulih secepatnya,” saran dr. Yahya.

Ahli Virologi Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika menjelaskan lebih lanjut, mengapa seseorang masih bisa merasakan gejala sisa Covid-19.

“Semua jaringan tubuh manusia bisa terinfeksi virus COVID-19 ini. Jadi Long Covid ini membuat pasien berisiko kerusakan jaringan tubuh dalam jangka panjang hingga menyebabkan gangguan respon imun dan gangguan saraf. Karena itu mohon jangan lagi menganggap remeh penyakit COVID-19 ini,” pesannya.

Baca Juga :  Kapan Waktu Terbaik Minum Susu, Agar Mendapatkan Nutrisi Maksimal?

Masyarakat juga perlu diingatkan bahwa meskipun sudah divaksinasi, peluang tertular COVID-19 masih ada.

“Vaksin ini utamanya adalah untuk menurunkan gejala berat dan risiko kematian akibat terjangkit COVID-19. Artinya semua yang sudah divaksinasi masih berisiko terinfeksi, hanya saja jumlah virus yang menginfeksi jauh lebih sedikit daripada orang yang belum divaksinasi,” terang Prof. Mahardika.

www.tribunnews.com

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com