BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berawal kepepet butuh uang, namun justru utang menjeratnya. Itulah nasib yang dialami S (43) salah satu pegawai Pemkab Boyolali. Ya, dia awalnya tergiur utang di aplikasi pinjaman online (pinjol). Panik tak bisa menutup hutang, S memilih menutup utang dengan pinjol lainnya. Akibatnya, tak disadari, utangnya membengkak hingga Rp 75 juta dalam tempo dua bulan saja. “Awalnya, saya memang kepepet. Lalu saya pinjam lewat pinjol. Kebetulan yang saya pinjam itu ilegal. Awalnya saya pinjam Rp 900.000. Ternyata jangka waktu pelunasan tidak sesuai ketentuan dan lebih pendek,” ujar dia kepada wartawan, Rabu (16/6/2021). S pun bingung dan kemudian berutang ke pinjol lainnya sampai meminjam ke 27 aplikasi pinjol. Ini dilakukan untuk menutup utang pinjol sebelumnya. Sampai total pinjaman mencapai Rp 75 juta. “Ternyata pinjam uang di pinjol sangat berat,” akunya. Selain itu jangka waktu pengembalian yang awalnya bulanan menjadi tujuh hari. Penagihan yang dilakukan juga cenderung kasar. Bahkan beberapa teman yang ada dikontak ponselnya dihubungi oleh pihak pinjol untuk penagihan. “Tak jarang pihak pinjol mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebarkan data pribadi saya.” 
Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua
Baca Juga :  Desa Tawangsari Boyolali Jadi Rujukan Program Pemberdayaan dan CSR