JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penyebaran Makin Mengganas, 18 Pasien Positif Covid-19 di RSUD Sragen dengan CT Kurang dari 25 Diambil Sampel untuk Diuji Lab. Benarkah Sudah Berjangkit Varian Baru dan Sangat Infeksius?

ilustrasi virus Corona


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 18 pasien positif covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen diambil sampel swabnya untuk dikirim ke laboratorium Balitbangkes.

Pengambilan sampel itu dilakukan untuk mendeteksi karakteristik virus covid-19 apakah termasuk varian baru yang tergolong infeksius.

Uji lab dipandang penting menyusul lonjakan kasus covid-19 di Sragen yang belakangan makin meledak dengan penyebaran makin sporadis.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Joko Haryono, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , mengatakan 18 sampel itu diambil dari 18 pasien positif yang dirawat di RSUD Sragen.

Advertisement

Sampel diambil selama dua tahap. Tahap pertama sepekan lalu sebanyak 10 pasien dan hari ini tadi, Kamis (24/6/2021) diambil 8 sampel lagi dari 8 pasien berbeda.

Sampel itu diambil dari pasien yang dipandang memenuhi kriteria. Salah satu yang paling menonjol adalah pasien yang memiliki angka CV value di bawah 25.

Angka itu dinilai menjadi indikator yang dianggap memiliki keterkaitan dengan tingkat penyebaran virus.

“Kriterianya banyak, tapi salah satunya yang CT-nya kurang dari 25. Itu istilah laborat, yang jelas di bawah 25 itu terindikasi infeksius dan cenderung lebih cepat menularkan. Sehingga penyebarannya juga lebih cepat. Nah dengan diuji lab akan diketahui virusnya,” papar Joko, Kamis (24/6/2021).

Perihal kapan hasil lab keluar, pihaknya belum bisa memprediksi. Sebab 10 sampel pertama yang dikirim sepekan lalu pun hingga kini belum keluar hasilnya.

Baca Juga :  Geger Krisdayanti Buka-Bukaan Gaji DPR, Agustina Wiludjeng: Harus Paham Beda Pendapatan dan Penerimaan!

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menyampaikan DKK juga mengirim 4 sampel swab dari pasien positif klaster Kudus yang ditemukan di Brojol, Miri.

Hingga dua pekan lebih, hasil uji lab juga belum keluar. Menurutnya uji lab itu akan bisa mengetahui apakah virus yang berjangkit masuk varian baru dan bagaimana tingkat infeksiusnya.

Sebelumnya, banyak spekulasi jika di Sragen sudah berjangkit varian baru dari virus Delta India. Hal ini mengingat tingkat penyebaran dan angka kasus yang terus meroket sejak ledakan kasus covid di Kudus.

Sementara dikutip dari Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Ketua
Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo yang sempat dinyatakan positif beberapa waktu lalu, mengatakan hasil tes PCR-nya menunjukkan hasil positif covid-19 dengan CT Value 25.

“Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki delapan kilometer,” tutur Doni dalam siaran pers akhir Desember lalu.

Apa Itu CT Value? 

CT Value merupakan singkatan dari cycle threshold value. Menurut pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, CT Value adalah nilai yang didapat dari hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR).

Nilai ini bisa menggambarkan banyaknya partikel virus yang ada di dalam rongga pernapasan seseorang.

Meski tidak berhubungan secara langsung, CT Value juga bisa menggambarkan banyaknya partikel virus pada pasien penderita covid-19.

Baca Juga :  Bupati Sragen Marah Besar, Rapor Layanan BPJS 5 Rumah Sakit Merah Membara. RSUD Sragen Ternyata Paling Parah

Karenanya, CT Value kerap dipakai untuk menggambarkan risiko penularan maupun tingkat keparahan gejala.

Sebagai contoh, jika hasil CT Value seseorang berada di bawah angka 25, artinya kemungkinan jumlah partikel virus pada hidung orang itu sudah cukup banyak.

Hal ini akan meningkatkan risiko partikel virus untuk “jatuh” ke dalam paru-paru semakin besar.

“Ketika, misalnya virusnya sudah mulai banyak kan tumpah tuh virusnya. Nah, tumpahnya itu bisa jalan keluar, bisa dua jalan, dia tumpah ke bawah ke dalam paru atau dia tumpah keluar, ke udara lewat droplet. Orang kalau misalnya belum sampai paru kan dia belum bergejala,” katanya.

Angka CT Value ini memiliki peran yang berbeda dengan PCR. PCR akan menentukan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak.

Hanya saja, PCR tidak menghitung langsung jumlah partikel virus yang ada.
Sedangkan CT Value akan membantu menghitung jumlah partikel infeksius (menular).

Ahmad juga mengatakan CT Value juga bisa menggambarkan tingkat keparahan atau gejala Covid-19 yang bisa dirasakan pada pasien.

“Dari beberapa studi itu diberikan semacam gambaran umum kalau CT Value-nya di bawah 25, itu biasanya terasosiasi dengan jumlah partikel virus yang banyak banget, yang infeksius,” jelasnya.

Kondisi itu akan semakin berbahaya jika pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Wardoyo