JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Warga Srimulyo Gondang Kembali Meninggal Terpapar Covid-19, 3 Warga Juga Positif Diswab Antigen. Greges-Greges Mulai Mereda, Hanya 20 Warga yang Mau Diswab

Ilustrasi swab test. Foto/JSnews


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang warga di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen kembali dilaporkan meninggal dunia positif terpapar covid-19.

Selain itu tiga warga dinyatakan positif dari hasil swab antigen massal yang digelar hari ini, Selasa (22/6/2021). Kasus greges-greges massal yang dialami puluhan warga dilaporkan mulai mereda.

“Tadi malam ada satu yang meninggal dunia positif. Kita dari Puskesmas juga memberikan pendampingan pemakaman secara protokol kesehatan. Pemakaman sekitar jam 01.00 WIB,” papar Kepala Puskesmas Gondang, Dedy Ari Saputro, Selasa (22/6/2021).

Dedy mengungkapkan pasien tersebut sebelumnya dirawat di RS Kasih Ibu Solo. Belum ada informasi detail riwayat kontak erat dan darimana sumber penularnya.

Advertisement
Baca Juga :  Diiringi Mati Lampu, Jenazah Anton TKI Kalijambe yang Tewas di Korea Dimakamkan Malam Ini. Orangtua Sempat Buka Wajah Almarhum untuk Terakhir Kali

Sebab sejak awal yang bersangkutan dirawat di rumah sakit tersebut.

“Untuk riwayat dan sebagainya kami belum tahu detail. Karena perawatan ada di Kasih Ibu,” terangnya.

Sementara, hari ini tadi tim Puskesmas juga diterjunkan ke lokasi desa Srimulyo untuk melakukan swab terhadap warga yang sebelumnya mengeluhkan gejala ringan greges-greges.

Namun dari sekitar 40an warga yang sebelumnya mengeluh, hanya 20 orang yang mau diswab. Dan hasilnya ada tiga yang dinyatakan positif swan antigen.

“Tadi ada 20 yang mau diswab. Ada 3 yang positif antigen dan kita tindaklanjuti dengan PCR. Kita tadi ke sana untuk swab yang kontak-kontak erat sebelumnya,” terangnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Sragen Baru 32 %, Solo Sudah 100 %. Bupati Yuni: Solo Penduduknya 200.000, Kita Sudah Menggeh-Menggeh!

Meski ada yang positif antigen, Dedy memastikan kondisi mereka baik dan tidak ada gejala. Begitu pula warga yang sebelumnya mengeluh gejala ringan, mayoritas juga sudah membaik.

“Kondisi baik, mayoritas tidak ada gejala. Ini tadi yang greges-greges hanya tinggal beberapa saja,” tukasnya.

Sebelumnya, ada dua warga setempat yang meninggal positif dalam dua hari terakhir. Bersamaan itu, ada 40an warga di satu kampung yang mengeluhkan gejala sakit ringan.

Diduga kuat, rentetan itu ada benang merah dengan gelaran hajatan yang digelar tiga warga di kampung Pagah secara beruntun selama 2 minggu terakhir. Wardoyo