WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tangguh dan terbukti, dua kata itu layak disematkan untuk Kabupaten Wonogiri. Bagaimana tidak? Ketika pageblug alias pandemi COVID-19 yang menyedot energi luar biasa masih berlangsung, kabupaten ujung tenggara Jateng ini tetap mampu menunjukkan kegigihannya dalam memajukan daerah. Bahkan perjuangan memajukan dari wilayah terkecil di desa di Wonogiri menjadi yang terbaik. Bukan hanya tingkat provinsi, namun di tataran nasional. Ini terbukti saat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (MendesPDTT), Abdul Halim Iskandar, datang langsung ke Wonogiri, Rabu (16/6/2021). Kedatangannya untuk memberikan apresiasi kepada Kabupaten Wonogiri. Prestasi Wonogiri adalah telah berhasil melakukan pendataan berbasis SDGs Desa (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) desa. Luar biasanya Wonogiri menjadi yang tercepat dalam pendataan dibandingkan daerah lain se-Indonesia. Menteri Abdul Halim menyebutkan, SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan sesa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya disebut Sustainable Development Goals disingkat SDGs Tidak sendirian, Menteri datang ke Wonogiri didampingi istrinya, Lilik Umi Nashriyah, serta Luthfiyah Nurlaela, (Kepala BPSDM Kemendesa PDTT), Jajang Abdullah (Ses BPSDM), Ivanovich Agusta, (Kapusdatin), Dr. Yusra, (Kapus PMD), Lutfi Latief (Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa), Nugroho Setio Negoro (Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi). Kecepatan pendataan yang dilakukan Pemkab Wonogiri menjadi satu perhatian kementerian. Oleh sebab itu, pihaknya turun langsung memberikan apresiasi terhadap Kabupaten Wonogiri khususnya Bupati Joko Sutopo. Mendes PDTT menilai bahwa pendataan yang dilakukan Wonogiri diyakini sudah sesuai atas data, validitas dan keakuratannya. “Alhamdulilah secara nasional saat ini sudah sekitar 68 persen warga desa dari 118 juta warga Indonesia menurut data statistik tahun 2020 sudah terdata. Pendataan ini paling lambat Agustus tahun ini akan selesai. Sehingga, di 2022 penggunaan dana desa sudah betul-betul berbasis data, sehingga didalam membahas rencana kerja desa tidak lagi debat berdasar keinginan tapi debat berdasarkan data dan fakta,” jelas dia. Lebih lanjut Mendes PDT mengatakan, pendataan tersebut nantinya diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia. Sementara tujuan pendataan SDGs Desa 2021 adalah mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Proses penggalian pengumpulan pencatatan verifikasi dan validasi data SDGs Desa melibatkan kelompok kerja relawan pendataan desa.
Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua
Baca Juga :  Bukan Kaleng kaleng, Tim Pramuka Asal Wonogiri ini Nyatanya Sukses Rebut Juara III Lomba Bergengsi