JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terus Meroket, Klaster Kudus di Sragen Tambah 11 Kasus Lagi. Juga Muncul 14 Kasus Positif Baru di Beberapa Desa

Hargiyanto. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus positif covid-19 dari klaster Kudus di Kecamatan Miri terus meroket. Setelah tambah dua kasus dua hari lalu, hari ini terjadi penambahan lagi 11 kasus di dua desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto mengungkapkan untuk klaster Kudus ada tambahan kasus positif baru di Desa Brojol dan Desa Sunggingan.

Di Desa Brojol ada tambahan dua kasus baru sedangkan di Sunggingan ada tambahan 9 kasus baru.

“Ada tambahan 2 kasus di Brojol dan 9 kasus di Sunggingan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (22/6/2021).

Advertisement

Dengan kasus awal 14 positif, sehingga klaster Kudus di Brojol hingga kini naik menjadi 18 kasus. Kemudian untuk klaster Kudus di Desa Sunggingan bertambah 9 menjadi total 13 kasus.

Baca Juga :  Dapat Perintah Mbak Puan, PDIP Sragen Langsung Gotong Royong Vaksinasi 10.000 Warga. Pesannya Cuma Satu!

Selain tambahan dua kasus di Brojol, Hargiyanto sebelumnya menyampaikan ada tambahan 14 kasus positif baru di wilayah Miri. Belasan kasus itu tersebar di beberapa desa.

Namun ia memastikan 14 kasus baru itu tidak terkait dengan klaster Kudus. Kasus baru itu juga dipastikan bukan varian baru.

“Memang muncul baru tapi dari klaster keluarga,” katanya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan untuk kepastian kasus klaster Kudus di Miri apakah termasuk varian Delta India, hingga kini masih menunggu hasil uji lab.

Baca Juga :  Rekaman Lensa Vaksinasi Gratis di DPC PDIP Sragen. Ada yang Ketakutan Disuntik Bupati!

Menurutnya ada 4 sampel yang dikirim untuk uji lab dan hasilnya masih menunggu. Diperkirakan untuk hasil lab akan muncul dalam waktu satu sampai dua pekan.

Sementara guna menekan penyebaran kasus covid-19 di Brojol Miri, sudah dilakukan vaksinasi massal untuk warga lansia. Kemudian penyemprotan desinfektan secara menyeluruh ke semua rumah warga di desa itu.

“Jadi untuk daerah-daerah rawan, vaksinasinya kita banyakin dan lebih cepat. Harapannya bisa menekan angka kasus,” tandasnya. Wardoyo