Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pada kurun waktu tiga pekan ini Kabupaten Karanganyar, Jateng boleh dikata prihatin karena terjadi ledakan klaster covid 19 baru.

Setelah Covid-19  klaster perjalanan di Desa Ngadiluwih, Matesih dengan tiga orang meninggal  dunia kini muncul satu klaster tempat ibadah di Desa Paulan Colomadu memakan satu korban jiwa dan yang terbaru adalah di Desa Ngringo, Jaten dengan dua warga meninggal dunia.

Hanya saja dari tiga klaster tersebut yang unik dan berbahaya adalah yang terjadi di Perumnas Ngringo,  tepatnya Jalan Flamboyan, Jaten yakni Klaster yang dipicu dari pijat keliling langganan warga perumahan.

Baca Juga :  Hati-hati,  Polres Karanganyar Bakal Bersikap Tegas Terhadap Pelaku Balap Liar dan Knalpot Brong

Tak pelak dari 20 orang yang usai pijat , keliling satu demi satu terpapar covid 19.

Advertisement

Bahkan dari 20 orang itu terdapat dua warga yang meninggal dunia yakni S (70) dan T (65) pada akhir Mei ini. Sedangkan sisanya yang 18 orang harus menjalani isolasi mandiri serta dalam pengawasan ketat.

Tak pelak Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto SE langsung melakukan sidak di Perumnas Ngringo , Senin (14/6/2021).

Baca Juga :  Munas IV  Apdesi Desak  Bupati untuk Kembalikan Kewenangan Pengisian Perdes  ke Pihak  Desa

Wabup meninjau langsung jalannya isolasi mandiri serta memberikan himbauan dan menyemangati warga untuk percaya diri tak perlu panik.

“Saya apresiasi langkah pemdes bersama warga serta tim Jogo tinggi dan Gugus Covid Desa Ngringo yang bergerak cepat melakukan penanganan sendiri setelah terjadi Klaster,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (14/6/2021).

Menurut Wabup Pemkab Karanganyar melalui Gugus Covid Kabupaten hingga desa terus melakukan monitoring detik per detik laju penyebaran covid yang memang mengalami peningkatan tersebut.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua