JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Akhir Tragis Kasus Baliho Enak Jaman PKI Kades Jenar Sragen. Dibawa ke Polres Lalu…

“Saya sudah jelaskan ke beliau bahwa pemerintah saat ini sangat-sangat serius dalam menyelamatkan masyarakat. Kami juga telah melakukan operasi yustisi penegakan disiplin siang dan malam, salurkan bantuan sosial, vaksinasi, jaga instalasi kesehatan agar tidak kekurangan oksigen dan obat-obatan. Kami juga membantu dlm proses pemulasaraan jenazah yg ini semua bukti nyata covid benar-benar ada,” katanya.

Setelah dinyatakan selesai kekeluargaan, Kades dilepaskan kembali. Namun jika mengulangi lagi baru akan diproses pidana.

Sebelumnya, pada Rabu (14/7/2021), Pak Kades Samto membuat geger dengan menulis baliho provokatif menghujat pemerintah dan pejabat. Di baliho itu, Kades juga memasang gambarnya dengan masker diletakkan di dahi.

Baca Juga :  1.000 Warga Sragen Barat Antusias Ikuti Serbuan Vaksinasi Kerjasama Kodim dan Yayasan Tunas Amaliah. Bimo: Semoga Pandemi Segera Berakhir

Kalimat balihonya berbunyi:

Advertisement

IKI JAMAN REVORMASI
ISIH KEPENAK JAMAN PKI
AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT
KUI BANGSAT
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE
IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI
KUWI BAJING*N”

Dalam bahasa Indonesia, tulisan di baliho itu diartikan:

(Sekarang zaman reformasi
Masih enak zaman PKI
Ayo pejabat mikirkan nasib rakyat
Pejabat yang suka mengejar rakyat
Itu bangsat
Pegawai yang suka mencari orang punya hajat
Itu kere
Pegawai yang menyia-nyiakan seniman seniwati
Itu bajing*an)

Setelah ramai hingga nasional, Kamis (15/7/2021) kades menyatakan minta maaf di Mapolsek dan janji akan mendukung program pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Plupuh Sragen Saat Hujan Deras Melanda. Api Berkobar Saat Mbah Parinem Sedang Salat

Namun janji itu dilanggar lagi. Sehari berikutnya, Jumat (16/7/2021) pagi, sang Kades kembali berulah. Dia datang di hajatan pernikahan warganya yang sebelumnya sudah diingatkan oleh Satgas untuk dibatalkan.

Saat datang, Kades tidak mengenakan masker. Saat tim Satgas Kecamatan membubarkan hajatan, Kades itu malah berdiri dan ngamuk berusaha melarang.

Dia kemudian emosi dan membalikkan meja hidangan hingga semua piring serta gelas di meja hancur berantakan. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua