JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Baliho Enak Jaman PKI, Kades Jenar Sragen Bisa Terancam Diganti. Bupati Minta Kejiwaan Diperiksa!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kapolres dan jajaran FKUB, MUI usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 Senin (14/6/2021). Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku sangat menyayangkan tindakan Kades Jenar, Samto yang memasang baliho berisi hujatan ke pemerintah dengan kalimat tak pantas.

Ia pun mengisyaratkan jika hasil pemeriksaan Inspektorat terbukti melakukan pelanggaran, maka Kades bisa diganti. Bupati pun meminta Kades Jenar itu diperiksa kejiwaannya.

“Kalau dia terbukti memang mengalami gangguan kejiwaan ya tentu tidak akan mungkin menjadi pamong desa (bisa diganti). Karena akan tidak bisa membuat kebijakan yang benar,” papar Bupati kepada wartawan Kamis (15/7/2021).

Namun kalau kejiwaan ternyata sehat, Bupati menilai justru Kades itu dinilai malah lebih parah. Sebab baliho yang dibuat itu dinilai sudah sangat melampaui batas.

Advertisement
Baca Juga :  2 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Masaran Adalah Suami Istri asal Karangmalang. Anaknya Berusia 5 Tahun Alami Patah Kaki

Menurutnya jika Kades Jenar itu memiliki kejiwaan tidak sehat jelas itu sebuah keprihatinan.

“Nah kalau jiwanya sehat seperti itu, kalau dites wawasan kebangsaan sudah pasti nggak lulus,” tukasnya.

Bupati menilai baliho dengan kalimat kasar memprotes kebijakan PPKM Darurat yang viral itu dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pamong desa atau aparat pemerintahan.

“Sebagai Bupati ya menyayangkan, jelas itu tidak dibenarkan. Sangat-sangat menyayangkan kalau ada aparat bertindak seperti itu,” paparnya kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga :  Di Balik Kecelakaan Maut Adu Banteng di Gesi, Pemotor Tewas Kepala Pecah Usai Gasak Truk. Warga Padati Lokasi Kejadian

Bupati menyampaikan sudah menginstruksikan Inspektorat melakukan pemeriksaan kepada Kades.

Pemeriksaan juga dimungkinkan mencakup terkait kondisi mental dan kejiwaan yang bersangkutan.

Meski demikian, terlepas dari nantinya perlu pemeriksaan mental, Yuni menyebut tindakan Kades itu tetap bisa bisa dibenarkan.

Menurutnya, seusai kejadian Muspika sudah melakukan gerak cepat dengan menurunkan baliho. Kemudian camat sebagai representasi Pemkab di wilayah bersama Kesbangpol sudah mengklarifikasi Kades dan Kades pun mengakui.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua