JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pengemudi Ambulans Curhat, Bantah Hoax Ambulans Kosong yang Menakut-nakuti Masyarakat

Foto ambulans yang sedang siaga meyelamatkan warga | Foto : Herry Febrianto (Facebook)

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Akhir-akhir ini ramai isu terkait ambulans kosong yang berkeliling untuk menakut-nakuti warga. Bahkan, ada orang yang percaya isu tersebut tanpa mau mengecek kebenarannya di lapangan.

Herry Febrianto, salah satu anggota Solidaritas Relawan Jogja (Sonjo), membagikan keluh kesahnya terkait hoax ambulans kosong melalui akun Facebook pribadinya dan hari ini curhatannya viral di twitter, Minggu (18/7/2021).

Unggahan relawan Covid-19 pada Kamis (15/7/2021), berisi beberapa poin yang dirangkum guna menjawab pertanyaan warga terkait isu ambulans kosong.

Sopir ambulans dadakan yang juga merangkap sebagai tukang angkut peti jenazah ini menjelaskan bahwa proses relawan membantu orang sakit yaitu berdasarkan kabar yang diberikan tim melalui grup whatsapp dan HT. Jadi informasi langsung sampai dan para relawan yang menjadi sopir ambulans, dan mereka dapaat segera bergerak.

“Saat ini cara kami melayani orang yang sakit/menjemput jenazah di rumah adalah via wag dan HT. Ketika info mengudara, misal “mohon bantuan kepada relawan terdekat, di daerah Baciro RT XX RW XX, belakang hotel xxx masuk ke timur, an. Bp Tukiman. Positif covid, mengalami pemburukan nafas. Tolong dibawa ke RSUD untuk ditangani.” Lalu ada satu tim yang meluncur ke sana,” tulisnya.

Baca Juga :  Jokowi Perpanjang PPKM Darurat, Sri Sultan HB X Janji Percepat Realisasi Bansos untuk Warga

Alumni UGM yang juga menjadi anggota Kagama Intelek ini menjelaskan bahwa ambulans yang terkadang keliling di desa itu disebabkan karena sopir yang merupakan relawan (bukan sopir ambulans asli) tidak mengetahui rumah orang yang sedang sakit, jadi mereka hanya mengandalkan ancer-ancer yang diberikan saja.

Kemudian sirine dinyalakan agar keluarga yang bersangkutan dapat mendengar bahwa ambulans yang sedang mereka butuhkan sudah sampai, jadi dapat mengarahkan sopir ambulans ke rumah yang tepat dan tidak mengulur banyak waktu.

“Maka saat kami masuk gang, ya kami nyalakan sirine supaya keluarga atau tetangga si sakit mendengar ambulance sudah datang dan mengarahkan kru kami ke rumah ybs. Itu sangat menghemat waktu dan mungkin sangat berarti bagi beliau yang bertarung nyawa dengan covid. Jadi ambulance kosong itu sedang MENCARI seseorang yang hendak diselamatkan nyawanya,” tulis Herry yang sudah mengijinkan cuitannya dikutip itu.

Herry juga menjelaskan mengenai ambulans yang harus ada dua dan beriringan. Hal ini karena satu ambulans jika sudah membawa peti, hanya dapat diisi sopir saja dan ambulans satunya lagi membawa relawan lain.

Relawan Covid-19 yang betugas memakamkan jenazah dibagi menjadi tiga, yaitu tim yang mengkafani dan membersihkan jenazah, tim pemakaman, dan tim yang bertugas menyemprotkan bahan sterilisasi di lingkungan rumah dan pemakaman. Maka dari itu perlu dua ambulans agar dapat menampung tim relawan.

Baca Juga :  Ketua Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi Terpapar Virus Corona

Ia juga menambahkan bahwa kalau warga ada yang melihat ambulans mencurigakan, dihentikan saja dan ditanya tujuannya ke mana agar semuanya jelas dan tidak menjadi berita hoax. Kalau memang bukan relawan, maka dapat dilaporkan ke pihak berwenang.

“Kalau (ambulans tersebut ternyata memang) terindikasi kriminal, maka laporkan ke Polsek atau babinsa,” pungkasnya. Elysa Indriyani