JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Desa Tanggan Sragen Mengaku Kecewa Berat 5 Tahun Hanya Di-PHP

Kades Tanggan, Mulyanto (kanan) saat menerima aspirasi para tokoh masyarakat terkait TPA Tanggan. Foto/Wardoyo

Kemudian dana yang disebut sudah dianggarkan Rp 1 miliar lebih itu disarankan untuk digunakan memindah TPA saja.

Karena keberadaan TPA Tanggan itu dinilai sudah sangat tidak layak lantaran selain overload juga berada di tengah permukiman.

Ketua RT 14, Sadikin (50) mengatakan puluhan warga di wilayahnya mengeluhkan imbas pembuangan aliran tinja yang berbau dan merusak tanah serta mematikan tanaman.

Selain itu, resapan tinja juga sudah mencemari sumur-sumur warga hingga tak layak konsumsi. Ia juga menyayangkan lambannya respon pemerintah terhadap keluhan warga.

Termasuk saat audiensi pada Maret lalu yang menghasilkan kesepakatan akan membangun instalasi pengolahan tinja, hingga dua bulan berlalu saat ini juga tak ada realisasi.

“Makanya kalau hanya janji-janji, lebih baik ditutup saja. Kami sudah jenuh 30 tahun jadi korban. Nggak pernah dapat manfaatnya, tapi harus nanggung dampak bau, lalat, nyamuk, sumur tercemar dan tanah lahan juga rusak terkena buangan limbah tinja,” ujarnya.

Baca Juga :  Ayam Joper di Sragen Langka, Harga Mencekik Naik 100 %. Bos Resto Ayam Geprek Sampai Bilang Begini!

Revitalisasi dan Kompensasi

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sragen, Samsuri menyampaikan pihaknya sebenarnya sudah terus berupaya untuk menindaklanjuti aspirasi warga meski bertahap.

Menurutnya, seperti yang disampaikan Bupati, pembenahan TPA Tanggan memang sudah dialokasikan Rp 450 juta dan Rp 1,3 miliar untuk perluasan lahan.

Anggaran Rp 450 juta itu untuk revitalisasi terdiri dari Rp 200 juta untuk pembangunan instalasi IPLT dan saluran pembuangan limbah tinja, Rp 100 juta untuk pipa-pipa, Rp 100 juta untuk sumur dalam dan Rp 50 juta untuk penyedot lumpur tinja.

“Kalau untuk perluasan lahan sementara dialokasikan Rp 1,3 miliar. Anggaran itu untuk membeli lahan seluas sekitar satu bahu (hampir 10.000 m2) satu sertifikat. Juga sudah di-ACC. Selama saja menjabat, juga sudah kita awali dengan pengurugan satu hektare. Nanti ke depan akan terus kita upayakan untuk penganggaran. Misalnya di perubahan, nggak cukup ya dilanjutkan di penetapan dan seterusnya sampai selesai,” tandasnya.

Baca Juga :  Tertangkap Basah Acak-acak Lemari, Emak-Emak Ditangkap Rame-Rame di Ngrampal Sragen. Langsung Digelandang ke Polsek

Sementara, untuk tuntutan kompensasi perbaikan gizi dan kesehatan, Samsuri menyampaikan pihaknya sudah mengawali dengan memberikan paket sembako meski baru sekali.

“Nanti akan kita alokasikan perbulan tapi diberikan sekali setiap empat bulan. Kemarin diberikan April, nanti Agustus kita berikan lagi untuk bulan Mei, Juni, Juli Agustus. Lalu empat bulan berikutnya kita berikan di Desember. Wujudnya memang harus sembako tidak bisa diwujudkan uang,” pungkasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com