JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Bangga Sragen, Dalang Kelahiran Sumberlawang Jadi Tokoh Hebat di Selandia Baru. Pentasnya sampai Amerika, Jadi Dosen Tamu di Banyak Negara

Ki Joko Susilo (kiri( dalang internasional kelahiran Sumberlawang Sragen saat berpose bersama Andi Kusnanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara yang tersohor dengan warisan seni dan budaya.

Lewat karya dan seni budaya, banyak tokoh seniman yang berkiprah mentereng dan membawa nama harum bangsa ini di luar negeri.

Seperti seniman dalang asal Sragen, Ki Joko Susilo. Siapa sangka, lahir dari sebuah desa yakni di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, dalang wayang kulit itu kini menjelma menjadi seniman internasional dengan seabreg prestasi mengesankan.

Ya, dalang berdarah Sumberlawang itu belakangan menjadi sorotan berkat prestasi hebatnya membawa seni wayang kulit di negara asing, salah satunya di Selandia Baru atau New Zealand.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari koleganya, Ki Joko Susilo lahir di Desa Mojopuro, Sumberlawang, Sragen tahun 1963 atau 58 tahun silam.

Ia mewarisi darah seniman wayang dari mendiang dalang kenamaan Ki Toto Carito (Dalang Ruwat Sepuh) asal Mojopuro.

Darah seni mendalang membuat Ki Joko kemudian malang melintang unjuk kebolehan ke berbagai negara. Kemudian ia menyambangi Selandia Baru pada tahun 1993 atau ketika berusia 30 tahun.

“Kebetulan kami memang kenal baik sewaktu beliau masih di Sumberlawang. Setelah sukses sebagai dalang ia memang banyak mentas di luar negeri,” ujar Andi Kusnanto, kolega Ki Joko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (12/8/2021).

Andi yang juga Kepala SMK Pelita Bangsa Sumberlawang itu menuturkan dari story yang ia ketahui, Ki Joko kerap melakukan pementasan di Selandia Baru, Eropa, dan juga Amerika Serikat.

Baca Juga :  Kisah Cinta Fenomenal Imam Rochadi PNS yang Nikahi Janda Pengusaha Jadi Istri Kelima. 7 Tahun Kenalan, Berawal dari Lirikan di Hajatan

Salah satu pementasan internasional yang sangat terkenal adalah pementasan wayang kulit dan gamelan di Kennedy Center, Washington D.C, pada tahun 2004 silam.

Ki Joko Susilo memiliki gelar doktor pada disiplin ilmu Etnomusikologi dari University of Otago, Selandia Baru.

Tak sedikit ia berkesempatan menjadi dosen tamu di universitas di berbagai negara. Mulai dari Indonesia, Inggris, Selandia Baru, hingga AS.

Ki Joko Susilo adalah Putra Asli Desa Mojopuro Sumberlawang Sragen Jateng
Putra Almarhum Ki Dalang Sepuh Ki Toto Carito atau Dalang Ruwat Sepuh,” terangnya.

Andi mengenal sosok Ki Joko sebagai tokoh yang sederhana, cerdas namun tetap rendah hati.

Hal itu juga tergambar ketika menyempatkan hadir memenuhi undangannya untuk memberi motivasi kepada anak-anak didiknya di SMK Pelita Bangsa pada tahun 2017 silam.

Selain memberi petuah dan semangat, Andi mengenang saat itu Ki Joko juga pernah menyelipkan pesan penting kepada anak-anak didiknya.

“Pesan Prof. Dr. Joko Susilo ketika memberikan motivasi kepada Anak-anak Didik SMK Pelita Bangsa saat itu bahwa untuk sukses itu kita harus menghormati, jujur dan rukun. Tidak boleh saling membenci. Saya mengenal beliau sebagai sosok pekerja keras, ulet dan mumpuni dalam karier pedalangan serta mau berbagi ilmunya,” pungkas Andi.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Warga PSHT, Sempat Beredar Kabar Korban Pembacokan, Polisi Tegaskan Tabrak Lari

Prestasi Ki Joko Susilo di Selandia Baru juga sempat disampaikan Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Dalam sebuah kesempatan, Tantowi menyebut Ki Joko Susilo adalah satu dari empat orang hebat Indonesia yang berkiprah di Selandia Baru.

Nama Joko disejajarkan dengan tiga tokoh asal Indonesia lainnya. Yakni Reza Abdul Jabbar, Aditya Gusman, dan Reynold Tagore.

Reza Abdul Jabbar adalah petani dan peternak sapi asal Pontianak, Kalimantan Barat. Berbagai produk olahan dari sapi, seperti susu dan daging sapinya sukses menarik hati warga Selandia. Apalagi pengolahannya mengikuti syariat Islam, dengan kehalalan menjadi kuncinya.

Sedangkan Aditya Gusman adalah seorang pakar gempa dan tsunami di GNS Science, Selandia Baru, sejak tahun 2018. Aditya merupakan doktor di bidang Seismologi yang lulus dari Hokkaido University, Jepang dan menjadi pakar yang sangat diandalkan oleh Pemerintah Selandia Baru.

Sementara Reynold Tagore adalah seorang seniman yang menorehkan prestasinya sebagai seorang texture artist. Reynold kini menjadi seniman andalan di WETA Digital Selandia Baru.

WETA Studio sendiri telah bekerja dengan berbagai film-film besar di Amerika Serikat.

Karya Reynold bersama WETA Digital telah terpampang di banyak film box office, seperti Iron Man 3, The Hobbit, Batman and Superman: Dawn of Justice, hingga Furious 7. Wardoyo

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com