JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KPK Langsung Terjun Usut Kasus Cipratan Honor Pemakaman Jenazah Rp 282 Juta ke Bupati dan Pejabat Jember

Prosesi pemakaman Rini, dengan protokol covid-19 dan diiringi air mata duka dari keluarga dan warga. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus honor pemakaman jenazah Covid-19 yang mengalir ke Bupati dan pejabat di Jember ramai menjadi sorotan.

Hal itu langsung membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak melakukan pengusutan.

Bahkan tim KPK dilaporkan sudah terjun langsung ke Jember untuk melakukan pengusutan. PLT Juru Bicara KPK, Ipi Maryati membenarkan KPK telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember mengenai informasi Bupati Jember Hendy Siswanto yang menerima uang dari pemakaman pasien Covid-19.

KPK melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi telah berkoordinasi kepada Pemkab Jember terkait informasi tersebut,” kata plt juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati, Jumat, 27 Agustus 2021.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Melonjak, Ini yang Perlu Dilakukan

Ipi mengatakan mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020, insentif dapat diberikan kepada tenaga kesehatan, tenaga penyidik atau investigator korban terpapar Covid-19, tenaga relawan, dan tenaga lainnya.

Mereka adalah yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 sesuai dengan Standar Harga Satuan yang ditetapkan Kepala Daerah.

Ipi mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember telah menindaklanjutinya. Ipi mengatakan KPK mendapat informasi bahwa dana itu telah dikembalikan ke kas pemerintah Jember.

Honor itu dikembalikan dari Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan Kepala Bidang terkait.

Baca Juga :  Gempa Bumi M 4,1 Giliran Guncang Surabaya

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dikabarkan menerima honor sebagai tim pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Nilai honor yang diterima masing-masing pejabat tersebut sebesar Rp 70 juta lebih dari total 705 kali pemakaman atau jumlah warga Jember yang meninggal akibat Covid-19.

Hal itu berdasarkan kode rekening 5.1.0204.01.0003 pada Juni 2021, sehingga total anggaran yang dikeluarkan untuk empat pejabat tersebut mencapai Rp 282 juta.

www.tempo.co

Bagi Halaman