BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyongsong HUT Kemerdekaan ke-76 RI, sejumlah penjual bendera merah putih tetap menjajakan dagangannya.
Mereka tetap optimis dagangannya bakal tetap laku, meskipun sampai kini pandemi Covid-19 belum juga berakhir.
Seperti terlihat di sejumlah ruas Jalan Solo- Semarang dan jalan raya Ngangkruk- Pengging, Kecamatan Banyudono.
Bahkan ada pula yang berjualan di jalan desa yang ramai dekat dengan Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono.
Salah satu penjual bendera, Ado (38) mengaku biasa berjualan bendera dan umbul-umbul setiap menjelang HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Dia memilih berjualan di ruas jalan Dukuh Bantulan, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.
Kebetulan jalan tersebut merupakan salah satu jalan masuk ke Pasar Pengging, sehingga jalan ramai setiap hari. Keramaian ini yang dia harapkan mampu mendongkrak dagangannya.
“Sudah empat hari ini berjualan, lumayan. Setiap hari bisa laku beberapa buah,” katanya, Senin (2/8/2021).
Ado yang mengaku warga asli Garut, Jawa Barat itu mengaku datang ke Boyolali bersama dengan sembilan temannya. Mereka menyewa sebuah rumah sederhana di wilayah Kecamatan Teras untuk menghemat pengeluaran.
“Karena masih PPKM, maka kami hanya bersama 9 teman saja. Yang penting bisa dapat rezeki. Harga termurah bendera dan umbul- umbul Rp 20.000/ lembar.”
Ahmad (31) penjual bendera lainnya mengaku Covid-19 dan PPKM turut berdampak terhadap penjualan bendera dan umbul-umbul. Tahun-tahun lalu sebelum Covid, bisa laku belasan lembar bendera dan umbul-umbul per hari.
“Namun, kini hanya laku beberapa lembar saja. Yah, namanya rezeki, banyak sedikit tetap disyukuri,” ujarnya.
Salah satu warga, Rahmat (29) mengaku membeli selembar bendera dan dua buah umbul-umbul. Meskipun masih Covid-19, dia mengaku tetap harus pasang bendera dan umbul-umbul guna merayakan HUT Kemerdekaan RI. Waskita
