Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Warga Papahan, Karanganyar Dihebohkan Penemuan mayat Bayi di  Sungai Gabahan

Suasana evakuasi jasad bayi / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sesosok mayat bayi perempuan ditemukan dibawah jembatan sungai Gabahan, tepatnya Jl Papahan-Tasikmadu, Desa Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (16/8/2021). Diperkiran bayi tersebut sengaja dibunuh karena diduga proses kelahiran tanpa melibatkan tenaga medis sama sekali.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan penemuan mayat tersebut kali pertama diketahui oleh seseorang yang hendak kencing dibawah jembatan. Sejurus kemudian orang itu melihat benda seperti boneka diantara semak sampah karena air sungainya kecil.

Selanjutnya orang tersebut berusaha memastikan apkah benda seperti boneka itu benar boneka atau mayat bayi. Selanjutnya orang itu naik dan memberitahu temannya untuk melihat benda tersebut dan akhirnya setelah didekati ternyata benar benda itu bukan boneka tetapi mayat bayi mengapung.

Pun kedua orang tersebut naik keatas meminta tolong dan memberitahu warga sekitar, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tasikmadu, Karanganyar.

Sejurus kemudian polisi bersama relawan dari PMI serta relawan lainnya turun kedasar sungai untuk mengecek lokasi. Alhasil benar terdapat mayat bayi perempuan.

Kapolres Karanganyar AKBP Syafii Maulla melalui Kapollsek Tasikmadu AKP Tri Gunanto membenarkan kejadian tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara bidan desa Ngijo yang didatangkan oleh polisi menyebutkan diduga kuat bayi itu sengaja meninggal karena proses kelahirannya tanpa melibatkan medis baik bidan atau apapun sehingga bayi tidak tertolong,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (16/8/2021).

Apalagi lanjut Kapolsek bekas pusarnya masih terlihat jelas sehingga menunjukka proses melahirkannya tidak melalui medis. Tak pelak akhirnya meninggal dunia.

Namun guna penyelidikan lebih lanjut , mayat bayi tersebut dibawa ke RS Moewardi Solo guna dilakukan otopsi. Sedangkan polisi terus melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelakunya. Beni Indra

Exit mobile version