JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Diungkap, Fakta di Balik Kegiatan Dalang Ngamen di Boyolali

Dalang lain, Ki Joko Sunarno asal Kecamatan Karanggede, juga tak merasa malu menjual koleksi wayang yang dimiliki. Baginya, kebutuhan perut keluarga lebih penting. Namun demikian, diakui menjual wayang tak bisa serta merta laku.

“Apalagi sekarang, sulit laku. Lha sesama dalang ya sama nggak punya uang. Kalau kolektor kan pilih- pilih tokoh wayangnya,” katanya.

Baca Juga :  Maling Nekat, Bobol Tiga Ruko di Jelok, Boyolali, Uang Jutaan Rupiah dan CCTV Ikut Disikat

Tuntutan perut itulah yang memaksa sejumlah dalang senior di Boyolali  untuk ngamen. Mereka pentas dari rumah ke rumah untuk pentas climen atau singkat durasi satu hingga tiga jam sekedar untuk mendapatkan uang.

“Namanya saja ngamen, kami tak bisa menentukan bayarannya.”

Semua diserahkan langsung kepada pemilik rumah. Ada yang membayar hingga Rp 1 juta untuk pentas tiga jam. Namun ada pula yang membayar Rp 500.000. Pentas melibatkan enam dalang. Satu orang sebagai dalang yang memainkan wayang. Lainnya sebagai pengrawit.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Boyolali, Ngebut dalam Kondisi Mabuk, 2 Pria Tewas Usai Hantam Tembok!

“Ngamen ini juga sebagai bentuk hiburan bagi dalang sendiri,” ujarnya. Waskita

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua