JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Setelah Clarisa, Kasus Balita Jantung Bocor Juga Dialami Muhammad Atta di Boyolali

Foto: Waskita
Muhammad Atta Al Abiyyu (6 bulan), penderita jantung bocor dalam gendongan / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus Balita penderita jantung bocor di wilayah Kecamatan Mojosongo ternyata tak hanya dialami Clarisa (1,5) asal Desa Kragilan. Kasus sama juga dialami Muhammad Atta Al Abiyyu (6 bulan).

Dia adalah putra kedua pasangan Angga Pramana Putra (27) dan Erlina Fatmawati (28) asal Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo. Namun, kini mereka tinggal di Dukuh Gatak, Desa Brajan, Mojosongo, di rumah orang tua Erlina.

Angga tidak mengira bahwa putra keduanya memiliki kelainan bawaan berupa jantung bocor. Hal itu diketahui beberapa hari setelah lahir. Dia curiga melihat bibir Muhammad Atta berwarna biru. Bahkan, tangan dan kaki juga kebiruan.

Baca Juga :  Pengunjung KRIB Membeludak, DLH Antisipasi Pada Libur Nataru

Atta pun lalu diperiksakan ke dokter. Namun dokter menyarankan agar periksa ke dokter spesialis jantung.

Oleh dokter tersebut,  Muhammad Atta didiagonis menderita kelainan pada jantungnya, berupa bocor jantung.

“Oleh dokter lalu disarankan untuk periksa lanjutan di RSU Dr Muwardi, Solo. Bahkan, dokter disana menyarankan untuk operasi secepatnya di Jakarta,” katanya, Selasa (21/9/2021).

Namun, biaya operasi ternyata snagat mahal, mencapai Rp 300 juta. Padahal BPJS Kesehatan hanya bisa mengcover maksimal separo biaya rumah sakit. Masih ditambah biaya hidup selama sebulan di Jakarta sebelum dan sesudah operasi.

Baca Juga :  Tak Goyah Iman oleh Gratifikasi Fee, ASN Asal Pemkab Boyolali Terima Penghargaan KPK. Wakil Ketua KPK: Tidak Mudah!

“Kami belum memiliki uang. Pendapatan sabagai karyawan pabrik hanya cukup untuk kebutuhan sehari- hari. Apalagi istri juga tidak bekerja.”

Yang bisa dilakukan kini barulah sebatas cek rutin sebulan sekali di RSU Dr Muwardi, Solo. Beruntung, biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Dirinya mengaku pernah mendapat bantuan sembako dan uang tunai dari Dinsos Boyolali.

“Untungnya, kondisi anak saya cukup stabil. Hanya memang sering rewel dan sulit tidur. Kalau rewel terlalu lama, bibirnya menjadi kebiruan.” Waskita

Bagi Halaman