
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah sempat menjadi lokasi isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien OTG, SMP Negeri 8 Surakarta telah siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Kesiapan tersebut telah dikoordinasikan oleh Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd, setelah mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan.
Melalui rilis yang dikirim Sie Publikasi, Sri Suprapti ke Joglosemarnews, Triad Suparman menjelaskan, SMP Negeri 8 Surakarta siap menggelar kegiatan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Hari Kamis (2/9/2021) dan Jumat (3/9/2021) dilakukan simulasi khusus kelas tujuh,” jelasnya.
Untuk kepentingan tersebut, pihak sekolah sudah membentuk Tim Satgas Covid-19 untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar agar sesuai dengan protokol kesehatan.
Triad menjelaskan, ada beberapa parameter yang sudah siap dengan standar yang ditentukan dari Kementerian. Misalnya, alat cuci tangan dengan sabun cuci sekaligus, ruang kelas yang sudah ditata sesuai dengan jumlah anak dalam kelas tersebut.
“Semoga pembelajaran tatap muka ini membuat orang tua senang, tidak pusing mendampingi anak belajar daring,” beber Triad Suparman.
Triad yang telah menelurkan dua buah buku itu menjelaskan, kegiatan belajar tatap muka secara terbatas akan dilaksanakan mulai 6 September 2021.
Ia mengatakan, pihak sekolah sudah melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai teknis PTM secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.
Meski demikian, lanjut Triad, pihak sekolah memberikan kebebasan kepada orangtua siswa. Seandanya ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya belajar tatap muka, hal itu tidak menjadi masalah.
Waka Kurikulum, Hesti Setyaningsih, S.Kom menambahkan, pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan mulai pukul 07.30 WIB selama 2 X 60 menit, atau sekitar tiga jam pelajaran.
Ruang kelas akan ditata dengan nomor yang sudah diletakkan di meja masing-masing, anak-anak tinggal menyesuaikan.
“Diharapkan siswa membawa bekal makan dari rumah, karena semua kantin di sekolah sengaja tutup,” ujarnya.
Setelah kelas 7 melakukan pembelajaran tatap muka, menurut Hesti, nantinya akan diikuti dengan kelas 8 dan 9.
“Semoga dengan PTM terbatas ini, akan menjadikan anak mengurangi rasa bosan di rumah. Sedangkan guru juga akan senang mendapatkan anak yang lama tidak berjumpa,” bebernya. Suhamdani
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














