JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Dampak Erupsi, Hujan Abu Landa Kawasan Lereng Merapi di Boyolali

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah desa di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Selo dilanda hujan abu.

Hal itu terjadi akibat erupsi Merapi yang terjadi pada Selasa (19/10/2021) malam.

Wilayah yang dilanda hujan abu antara lain, Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele; Desa Jrakah, Desa Lencoh dan Desa Samiran.

Meski letaknya lebih dekat dengan puncak Merapi, hujan abu di Stabelan hanya tipis saja.

Namun demikian, hujan abu tak berdampak terhadap aktifitas warga. Apalagi, hujan abu disertai turunnya hujan sehingga sebagian besar abu larut dalam air.

Baca Juga :  6 Calon Jemaah Haji Boyolali Pilih Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci, Ini Alasannya

Namun demikian, sisa hujan abu dirasakan warga utamanya di Desa Jrakah dan Lencoh.

Rerumputan di pinggir jalan Selo- Magelang masih tertutup abu tipis.

Bahkan, abu masih beterbangan tertiup angin atau saat ada mobil melintas. Sehingga pengendara motor harus berhati- hati agar abu tidak mengenai mata.

Terjadinya hujan abu tersebut juga diakui Kadus Stabelan, Maryanto.

“Kalau di Stabelan memang sempat terjadi hujan abu, namun hanya tipis saja dan tak sampai mengganggu aktifitas warga,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Senada, Kades Jrakah, Tumar mengungkapkan, hujan abu terjadi di wilayah desanya pada Selasa pukul 19.30 WIB.

Baca Juga :  Pembebasan 9 Bidang Tanah untuk Proyek Tol Solo- Yogya Alot, Ini Sebabnya

Beruntung, hujan abu disertai hujan cukup lebat. Sehingga sebagian besar abu larut dalam air hujan.

“Meskipun sisa- sisa abu masih ada yang menempel pada tanaman di ladang maupun rerumputan. Satu motor saya yang diparkir di luar rumah juga tekena abu Merapi.”

Apakah sebelumnya terdengar suara gemuruh dari puncak Merapi ? Tumar mengaku tidak mendengar suara itu.

“Biasanya kalau erupsi terdengar suara bergemuruh dari puncak Merapi. Namun semalam tidak terdengar, mungkin karena ada hujan deras,” pungkasnya. Waskita

Bagi Halaman