JOGLOSEMARNEWS.COM Sport

Dapat Bonus 50 Juta, Damar Rizqi Wibowo Atlet Judo Wonogiri Sabet Perunggu di PON XX Papua Padahal Baru Kali Pertama Ikut loh

Pon Papua
Pelepasan atlet Wonogiri ke PON XX dan PEPARNAS XVI. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kebanggaan tersendiri memancar dari wajah atlet judo asal Kabupaten Wonogiri, Damar Rizqi Wibowo (27). Pasalnya dia sukses membawa harum kontingen Jateng dan Kabupaten Wonogiri.

Dalam ajang PON XX Papua 2021, Damar menyabet medali perunggu. Perolehan ini sekaligus mengingatkan kepada janji Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek soal bonus bagi atlet penyumbang medali PON XX maupun PEPARNAS XVI Papua.

Mewakili Jawa Tengah, Damar mengalahkan altel judo asal Provinsi Jambi di kelas minus 100 kg. Sebelumnya, di babak semifinal, dia dikalahkan wakil kontingen Jawa Barat.

Damar mengakui bahwa ini kali pertamanya mengikuti ajang PON.
Namun tak disangka, Damar berhasil merengkuh penghargaan terbaik ketiga dan berhak mendapatkan medali perunggu.

Damar menuturkan bahwa persiapan yang dilakukan tak terlalu lama. Sebab, ia juga menjadi salah satu karyawan di perusahaan event organizer di Jakarta.

Karena terbentur dengan jam pekerjaan, latihan Damar di Jakarta hanya sebatas latihan fisik. Barulah di awal tahun 2021 lalu, mendapatkan izin cuti dan pulang ke Wonogiri.

Sejak saat itu, dia mulai melakukan persiapan dengan melakoni latihan rutin, latihan fisik dan matras menurut penjelasannya. Baru di bulan April, dia melakukan pemusatan latihan atau TC di Semarang.

“Sebenarnya lumayan berat, saya sempat vakum dari judo dari tahun 2014 karena pekerjaan. Baru di 2018 ada kesempatan Porprov, ndelalah dapat nomor satu,” kata dia, Kamis (21/10/2021).

Dari Porprov itu, kata Damar, berlanjut ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk mencari poin sebagai syarat mengikuti PON. Namun karena pandemi COVID-19, Damr baru mulai melakukan persiapan di tahun 2020, itupun dengan sederhana.

Dengan persiapan yang dinilainya kurang maksimal, tetap bertekad tampil sebaik mungkin di membawa nama Jawa Tengah di tanah Papua. Hingga akhirnya, pada hari Minggu (3/10/2021) berhasil menjadi atlet judo terbaik nomor 3 nasional di kelas 100 kg.

Baca Juga :  Hujan dan Angin Kencang Melanda Ngadirojo Wonogiri Akibatkan Pohon Tumbang dan Rumah Rusak

“Melihat persiapan dan jangka waktu latihan saya yang mepet, bisa naik podium itu sudah menjadi kebanggaan untuk saya sendiri,” ujar Damar.

Selama berjuang di PON, pria kelahiran Palembang, 30 Mei 1994 yang juga bergabung di Klub Gajah Mungkur PJSI Wonogiri, bertanding sebanyak tiga kali.
Di babak perempat final yang merupakan pertandingan pertama, berhasil mengalahkan wakil kuat asal DIY.

Lalu, pada pertandingan kedua, yang merupakan babak semi final, Damar kalah dengan wakil Jawa Barat. Baru kemudian di pertandingan terakhir, perebutan juara ketiga, menang atas wakil Jambi dan berhak mendapat medali perunggu.

Pelatih judo Damar, Tarto bangga atas pencapaian yang didapatkan anak asuhnya. Damar melalui proses yang panjang untuk berpartisipasi di PON dan mendapatkan penghargaan itu.

Sementara itu, Sekretaris KONI Wonogiri, Joko Santoso, menyebut bahwa pencapaian Damar sangat membanggakan. Diharapkan bisa memicu atlet-atlet muda yang lain untuk dapat berprestasi. Juga bisa mendapatkan perhatian lebih dari dinas terkait.

Soal bonus dari Bupati Wonogiri merupakan kabar gembira bagi atlet asal Wonogiri yang berlaga pada PON XX maupun PEPARNAS XVI. Mereka akan mendapatkan bonus uang tunai ketika sukses mempersembahkan medali.

Namun jika gagal dan pulang tanpa medali, para pahlawan olahraga itu juga dijanjikan penghargaan.

Adalah Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang berjanji bakal memberikan bonus kepada atlet Wonogiri yang memperkuat kontingen Jawa Tengah peraih medali di ajang PON XX dan PEPARNAS XVI di Papua. Adapun bonus yang bakal diberikan adalah uang bernilai ratusan juta rupiah.

Saat melepas atlet dan official di Ruang Kahyangan komplek Setda Wonogiri, Jumat (24/9/2021), Bupati menyatakan siap memberikan bonus berupa uang kepada atlet-atlet Wonogiri yang berhasil menyabet medali. Atlet yang meraih medali emas bakal memperoleh bonus Rp 100 juta, medali perak Rp 75 juta, dan medali perunggu Rp 50 juta.

Baca Juga :  Mungkinkah Serapan Dana Desa di Wonogiri Bisa 100 Persen? Ingat! 40 Persen Dana Desa Digunakan untuk BLT DD

“Nilai sporting, nilai dukungan dan apresiasi maka para atlet PON yang berhasil meraih medali kita akan berikan bonus uang pembinaan. Tapi karena kondisi pandemi, mohon maaf ada dimensi yang berbeda soal penganggaran. Jadi jangan dilihat dari nominalnya, tapi harus dimaknai bahwa di dalamnya ada semangat kebersamaan dan semangat Go Nyawiji Sesarengan Berprestasi,” jelas Bupati.

Bicara soal target raihan medali atlet Wonogiri, pihaknya enggan berandai-andai. Namun begitu Bupati meminta agar para atlet mampu memberikan terbaik bagi Jawa Tengah dan terkhusus Wonogiri.

“Soal target capaian medali, pokoknya yang terbaiklah,” bebernya.

Bupati menambahkan, meski atlet Wonogiri gagal meraih medali, Pemkab tetap akan memberikan reward. Namun jumlah yang akan diberikan nantinya terlebih dahulu dilakukan pembahasan.

“Saat nanti pulang, tidak hanya yang berhasil meraih medali saja, mereka yang tidak bisa menyumbang medali tetap akan kita berikan bonus. Tapi jumlahnya akan kita hitung dulu sesuai kemampuan keuangan daerah. Kita pastikan apresiasi secara umum kepada atlet kita yang telah menunjukkan talenta, dedikasi, dan totalitas,” sebut dia.

Dalam ajang PON ke XX, Wonogiri menerjunkan tiga atlet yang akan memperkuat kontingen Jateng. Yakni, Damar Rizqi Wibowo (atlet judo), Laila Nurul Humairoh (karate) dan Aliffa Milanisty (karate) dengan didampingi Sutarto (pelatih judo) dan Kemis (technical support paralayang). PON Papua bakal digelar pada 2-15 Oktober.

Sedang untuk atlet Peparnas, Wonogiri mengandalkan lima atlet. Di antaranya Arif Wirawan (atlet panahanan kelas W2), Winanto (panahan kelas standing), Wahyudi (atletik kelas F. 55), Taufik Abdul Karim (blind judo kelas B. 3) dan Sutadi (tenis meja kelas TT 7). Aris

Bagi Halaman