JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diduga Cabuli Belasan Santri Laki-laki, Oknum Sesepuh Desa dan Tokoh Agama di Ngrampal Sragen Dilaporkan Polisi

Kemudian korban ditakut-takuti alat vitalnya bengkok. Oleh terlapor ditawari kalau mau diterapi untuk meluruskan alat vital. Sejumlah santri pun termakan bujukan itu dan satu persatu kemudian diterapi yang berujung pada pencabulan.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi tak menampik sudah mendengar adanya laporan kasus dugaan pencabulan ke santri oleh oknum di Ngrampal itu.

Baca Juga :  Depositonya Rp 3 M Tak Bisa Cair, Mantan Pimpinan DPRD Sragen Nekat Datangi KSB Sejahtera Bersama di Solo. Bersiap Lapor Polisi

Namun, karena kasusnya melibatkan anak di bawah umur, sehingga laporannya langsung ke Unit PPA Reskrim Polres Sragen. Saat ini kasusnya masih ditangani oleh Unit PPA Polres.

“Iya memang saya dengar itu. Terlapornya memang dari wilayah Ngrampal, tapi TKP dan korban-korbannya dari salah satu pondok di wilayah Sambungmacan. Yang nangani Unit PPA Reskrim,” ujarnya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (14/10/2021).

Baca Juga :  Seleksi Perangkat Desa Pilangsari Ngrampal Cetak Rekor Terbanyak Sampai 93 Peserta. Komisi I Sempat Pantau Ujian CAT di UMKU, Ini Hasilnya!

Salah satu warga Ngrampal, Mas Nur membenarkan kasus dugaan pencabulan berjamaah yang melibatkan seorang sesepuh desa di wilayah desanya.

“Orangnya sering mimpin kalau doa atau bancaan. Warga juga enggak ngira. Kasusnya memang nggak begitu heboh di sini karena kejadiannya kelihatannya di Sambungmacan,” ucapnya. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua