JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diduga Sering Selingkuh, Puluhan Warga Tanon Sragen Demo Tuntut Oknum Perangkat Desa Dilengser!

“Awalnya itu kita menyatakan sikap dengan tertulis Pak. Intinya sama, tapi Pak S mengklarifikasi dengan tulisan surat juga. Yang alasannya tidak masuk akal. Yang jelas masyarakat sudah jenuh dengan tabiat dan sikapnya tapi nggak ada sanksi tegas, akhirnya tadi sepakat demo demo gitu,” tandasnya.

Januri mengakui memang belum ada bukti konkret memergoki sedang berhubungan atau bukti visual soal perselingkuhan.

Hanya saja, warga sudah sering mendengar dan mengetahui jika Kaur S sering memiliki hubungan dengan wanita di desanya. Warga sudah pernah mengingatkan dan mengklarifikasi pada saat kejadian pertama beberapa tahun silam.

“Waktu itu Pak S minta maaf dan mengaku khilaf. Lha kok ini diulangi lagi. Yang kedua kemarin, malah istrinya yang mengadukan. Awalnya ditelepon kok sampai malam nggak pulang, katanya ada warga yang ninggal. Setelah dikroscek ke bayan di wilayah itu ternyata enggak ada yang ninggal. Lalu dicari ke masjid dikira di masjid, nggak ada. Pas istrinya pulang ke rumah malah lihat Pak S itu sama wanitanya itu. Wanitanya teman sekolahnya katanya,” urai Januri.

Baca Juga :  Wajah Pemandian Air Panas Bayanan dan New Kemukus Sragen Dibangun Makin Cantik, Bupati Langsung Minta Setoran PAD Naik 10 Kali Lipat

Setelah puas berorasi, warga kemudian memasang poster-poster di depan balai desa. Mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Terpisah, Kades Tanon, Luqman Hakim menyampaikan sebenarnya sudah meminta agar jika ada permasalahan, warga bisa mengadukan secara baik-baik.

Baca Juga :  3 Perangkat Desa Terpilih di Kliwonan Masaran Resmi Dilantik. Masih Muda-Muda, Diharap Punya Semangat Lebih untuk Bangun Desa

Pihaknya tidak bisa menanggapi karena tuntutan warga hanya disampaikan lisan. Karenanya ia meminta agar aspirasi warga bisa dituangkan secara tertulis sehingga bisa menjadi dasar untuk melakukan langkah penanganan.

“Kalau sudah dibuat tertulis, nanti kita akan musyawarahkan dengan BPD dulu. Nanti hasil dari rapat BPD kita konsultasikan dengan atasan kita dalam hal ini Pak Camat atau ke Kabag Pemerintahan. Insyallah kami tetap prosedural dan sesuai norma untuk menindaklanjuti,” ujarnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua